MENDOAKAN LELUHUR

Di Jawa ini sudah menjadi tradisi penduduk dari semua agama dan aliran kepercayaan untuk mendoakan para leluhur secara berkala pada hari-hari tertentu. Di agama Islam, disebutkan ajaran yang menghimbau untuk mendoakan ayah bin pulan binti pulan dan ibu bin pulan binti pulan. Tidak ada himbauan agar mendoakan juga kakek, nenek, buyut, cicit, canggah, gantung siwur dan leluhur di atasnya. Selain doa kepada almarhum ayah dan ibu, ada juga doa Qunut untuk mendoakan umat secara umum,  dan dibatasi hanya kepada kaum muslim dan mukmin, artinya hanya untuk orang Islam saja. Selain doa Qunut ada juga doa Arwah, yang berisi pembacaan surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Al-Fatihah dan sebagian dari surah Al-Baqarah yang ditujukan kepada satu atau beberapa arwah tertentu sesuai dengan nama-nama yang dibacakan.

Tadi sore saya baru saja ngobrol-ngobrol dengan sesepuh yang juga seorang Grand Master Reiki. Beliau baru mendapatkan pesan dari temannya teman yang tinggal di Kroasia. Teman Kroasia itu beragama Kristen dan beliau menuturkan bahwa manusia yang masih hidup jangan lupa agar memohonkan ampunan Tuhan bagi para leluhurnya. Permohonan ini selain akan membantu memudahkan perjalanan para leluhur ke tujuan berikutnya, juga akan memberikan enerji positif bagi sang pemohon karena telah berbuat baik bagi leluhurnya.

Sesepuh Reiki yang beragama Katolik tadi juga bercerita bahwa mendoakan leluhur itu sudah dikenal sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu, dan bukan monopoli keturunan Jawa saja. Di ajaran Katolik dikenal adanya doa Rosario Arwah (atau doa Novena Arwah) yang ditujukan untuk memohonkan ampunan bagi seluruh arwah, khususnya umat Kristen. Di ajaran Hindu dan Buddha juga ada ajaran seperti itu. CMMIW.

Dari uraian tersebut di atas, ada beberapa pemikiran yang kemudian muncul. Yang pertama tentang doa yang dibatasi (atau berlaku)  hanya untuk pemeluk agama tertentu. Bagaimana dengan seorang anak yang telah pindah ke agama lain? Doa ajaran dari agama yang mana yang digunakan untuk mendoakan almarhum ayah dan ibunya? Apakah dari ajaran agama yang dianutnya atau dari ajaran agama orang tuanya? Bagimana pula jika agama ayahnya beda dengan agama ibunya dan beda dengan agama si anak itu sendiri?

Pemikiran yang kedua tentang orang-orang yang tidak memiliki anak atau anaknya sudah tidak menghiraukan keberadaan orang tuanya lagi. Pada saat orang tersebut sudah meninggal, dan ayah ibu serta saudaranya juga sudah meninggal semua, maka jalur keturunannya telah terputus dan tidak ada lagi anak sholeh yang bisa mendoakan mereka. Para relasi, pegawai, keponakan, teman se kelurahan dan teman lain biasanya hanya berdoa maksimal sampai hari ke empat puluh. Mungkin ada tambahan sedikit pada hari ke seratus dan seribu. Setelah itu sang arwah harus berjuang sendiri menemukan jalan untuk mencapai tujuan selanjutnya. Sungguh malang nasib sang arwah. Sudah semasa hidupnya tidak bisa memiliki anak atau memiliki anak yang mengabaikan dirinya, setelah meninggalpun juga harus mencari jalan sendirian tanpa bantuan doa tambahan dari siapapun. Ini bukan takdir tetapi kesalahan genetika yang bercampur dengan pengaruh lingkungan dan kesalahan memilih jalan hidup di masa lalu.

Mungkin Anda tidak akan mengalami kejadian se-ekstrim itu, tetapi saya yakin ada ribuan bahkan mungkin jutaan orang yang mengalami kejadian seperti itu. Tentu hal ini menyadarkan kita agar selain mendoakan leluhur pada garis keturunan kita,  sedapat mungkin kita juga mendoakan arwah orang lain di dunia ini baik yang dikenal maupun yang sama sekali tidak dikenal. Dharapkan doa ini akan meningkatkan kesadaran spiritual dan akan membuat bumi menjadi lebih damai.

Pada saat berziarah dan melewati makam orang lain yang tidak terawat, retak atau ditumbuhi ilalang dan semak liar, pernahkah terbersit keinginan Anda untuk mendoakan arwah yang ada di makam tersebut termasuk arwah leluhurnya?

Semoga demikian adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: