DO’A KIDUNG RUMEKSO ING WENGI (DO’A PERLINDUNGAN DI MALAM HARI)

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Salam hormat dan takzim kepada ki Wongalus, para jajaran sesepuh pinisepuh kwa serta para santrinya yang saya hormati. Ijinkanlah saya berbagi sedikit ilmu pengetahuan “KIDUNG KARYA SUNAN KALIJOGO” atas permintaan santri kwa. Kidung ini juga dikenal dengan nama “MANTRA WEDHA”. Do’a kidung ini ijazahan dari teman saya dari Perguruan Asma Allah (Mas Rohim), untuk menghafalkan do’a ini baitnya panjang-panjang dan saya artikan ke bahasa indonesia karena santri di kwa ini bermacam-macam suku, mungkin para santri enggan menghafalkan/mengamalkannya karena do’a kidungnya panjang. Di toko-toko buku banyak berjualan buku karya sunan kalijogo.

===============================================================

Bunyi Mantra Kidung Rumekso Ing Wengi sebagai berikut:

ONO KIDUNG RUMEKSO ING WENGI. TEGUH HAYU LUPUTO ING LORO. LUPUTO BILAHI KABEH. JIM SETAN DATAN PURUN. PANELUHAN TAN ONO WANI. MIWAH PENGGAWE OLO. GUNANING WONG LUPUT. GENI ATEMAHAN TIRTO. MALING ADOH TAN ONO NGARAH ING MAMI. GUNO DUDUK PAN SIRNO.

“Ada kidung rumeksa ing wengi. Menyebabkan kuat selamat terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setan pun tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat. Guna-guna dari orang tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan lenyap”

SAKEHING LORO PAN SAMYA BALI. SAKEHING HAMA PAN SAMI MIRUDA. WELAS ASIH PANDULUNE. SAKEHING BROJO LUPUT. KADI KAPUK TIBANING WESI. SAKEHING WISO TAWAR. SATO GALAK TUTUT. KAYU AENG LEMAH SANGAR. SONGING LANDHAK GUWANING WONG LEMAH MIRING. MYANG PAKIPONING MERAK.

“Semua penyakit pulang ke tempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengenai, bagaikan kapuk jatuh di besi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.”

PAGUPAKANING WARAK SAKALIR. NADYAN ARCA MYANG SEGORO ASAT. TEMAHAN RAHAYU KABEH. APAN SARIRO AYU. INGEDERAN KANG WIDADARI RINEKSO MALAEKAT LAN SAGUNG PRO ROSUL. PINAYUNGAN ING HYANG SUKSMA. ATI ADAM UTEKKU BAGINDA SIS. PANGUCAPKU YA MUSA. NAPASKU NABI ISA LINUWIH. NABI YAKUB PAMIYARSANINGWONG. DAWUD SUWOROKU MANGKE NABI IBRAHIM NYOWOKU. NABI SULAIMAN KASEKTEN MAMI. NABI YUSUF RUPENG WONG. IDRIS ING RAMBUTKU. BAGINDA ALI KULITING WONG. ABU BAKAR GETIH DAGING UMAR SINGGIH. BALUNG BAGINDA USMAN.

SUNGSUMINGSUN PATIMAH LINUWIH. SITI AMINAH BAYUNING ANGGA. AYUB ING USUSKU MANGKE NABI NUH ING JEJANTUNG. NABI YUNUS ING OTOT MAMI. NETRAKU YA MUHAMMAD. PAMULUKU ROSUL. PINAYUNGAN ADAM KAWA. SAMPUN PEPAK SAKATHAHE PORO NABI. DADYA SARIRO TUNGGAL

“Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua selamat. Sebab, badannya selamat, dikelilingi oleh bidadari yang dijaga oleh malaikat dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku Nabi Sis. Ucapanku ialah Nabi Musa.

Nafasku Nabi Isa yang amat mulia. Nabi Yakub pendengaranku. Nanti Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris pada rambutku. Ali sebagai kulitku. Abu Bakar darahku. Umar dagingku. Sedangkan Usman sebagai tulangku.

Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti Aminah sebagai kekuatan badanku. Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku. Nabi Nuh di dalam jantungku. Nabi Yunus di dalam ototku. Mataku ialah Nabi Muhammad. Air mukaku rasul, dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka, lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.”

Cara mengamalkan sebagai berikut:
Puasa mutih selama 40 hari dan ngebleng semalam.
Do’a Kidung ini dibaca di halaman rumah/pelataran waktu tengah malam sebanyak 11x
Setelah puasa do’a kidung ini cukup dibaca satu kali

Kegunaannya insya Allah:
Untuk pengobatan dan perlindungan diri dari kejahatan orang seperti sihir, teluh, santet dan perlindungan penyakit.
Untuk penolak serangan hama pada sawah dan ladang.
Untuk menghindarkan diri dari serangan senjata tajam.

Demikian do’a kidung ini saya sampaikan, apabila ada kalimat kata-kata dari kidung tersebut ada yang salah maupun kurang mohon diralat. Sebelum dan sesudahnya apabila ada kata-kata yang tak berkenan kepada para sesepuh pinisepuh saya mohon maaf lahir bathin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: