Eling Dalam Tasawuf Jawa

ORANG Jawa sering menasihati sanak saudara
yang sedang stres akibat sesuatu musibah agar eling dan nyebut. Eling artinya ingat. Eling apa? Ingat apa? Nyebut apa? Ingat kepada Gusti Allah. Nyebut asma Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ingat akan takdir, akan kejadian yang sudah ditetapkan Allah. Ingat bahwa segala sesuatu yang kita alami itu sudah merupakan skenario Allah, Sutra-dara Yang Maha Kuasa, dan oleh karena itu kita harus ikhlas, harus berbesar jiwa untuk menerimanya. Lebih-lebih, jangan sekali-kali kita mengeluh dan protes terhadap ketentuan Gusti  Allah tersebut. Menangis meraung-raung, mengeluh apalagi protes tidaklah akan mengubah takdir yang sudah berjalan. Orang yang mati misalkan, tidak mungkin bisa hidup kembali. Sementara dengan mengeluh atau protes bahkan bisa membuat Gusti Allah menjadi tidak berkenan terhadap kita.

Kata eling dalam bahasa Jawa bisa juga berarti berpikiran sehat, berpikir bijak.  Kata eling bersama rahayu yang berarti selamat dan tenteram, pada dasa warsa 1970-an sering kita dengar diucapkan oleh para penganut Aliran Kepercayaan dan Kejawen di TVRI, karena pada masa itu penganut paham tersebut memperoleh kesempatan formal dan luas untuk mengaktualisasikan keberadaannya di masyarakat, persis seperti Khonghucu dan kebudayaan Cina yang marak di Era Reformasi di awal abad ke-21.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: