WISATA SPIRITUAL PULAU ONRUST

27 November 2013

PULAU ONRUST adalah pulau yang memiliki sejuta sejarah salah satunya adalah meriam yang ber umur 1700 tahun dan pulau ini juga merupakan tempat transit jemaah haji sebelum adanya pesawat terbang, inilah mengapa kami memilih Pulau ONRUST sebagai tempat penempaan kawan – kawan di perguruan MUSTIKA SEJATI.

Setelah melalui diskusi oleh para sesepuh,guru dan pembina serta kawan – kawan diperguruan MUSTIKA SEJATI akhirnya pulau ONRUST lah yang terpilih sebagai tempat obyek penempaan kawan – kawan diperguruan MUSTIKA SEJATI. dikarenakan Sejarah dan Spritual Pulau tersebut yang sangat wingit.

Perjalanan kami dimulai dari padepokan MUSTIKA SEJATI pada tanggal 21 november 2013 ( hari kamis malam jum’at kliwon) memang sengaja kami tidak mengumumkan atau memposting jadwal perjalan kami kepulau ONRUST dikarenakan perjalan ini sementara hanya untuk para kawan – kawan yang dipersiapkan untuk menjadi pembina diperguruan MUSTIKA SEJATI.

Tepat pukul 20.00WIB kami semua telah berkumpul dipadepokan MUSTIKA SEJATI sambil menyiapkan semua perlengkapan untuk perjalanan kami, dan tepat pukul 20.30WIB kami semua meninggalkan padepokan untuk memulai perjalanan spritual kami, sebelum keberangkatan kami semua ber do’a, agar di berikan keselamatan hingga kembali ke pedepokan, dan pukul 20.45WIB kami telah sampai dipelabuhan kamal muara, disitupun perahu telah siap untuk mengantar kami menuju kepulauan seribu ( PULAU ONRUST )

Perjalanan menuju Pulau OnrustSambil menunggu waktu selama diperjalanan kawan – kawan ada yang bercanda ria dan adapula yang berzikir, namun tampak para guru dan sesepuh sedang berdiskusi, entah apa yang mereka bicarakan namun yang pasti untuk kebaikan para kawan – kawan diperguruan MUSTIKA SEJATI.

Detik – detik sesampainya kepulau Onrust kami disambut oleh angin yang besar dan rintikan gerimis hujan, Kejadian tersebut hanya berlangsung sesaat kami semua tidak tau apa maksud dengan kejadian tersebut, kami hanya dapat berharap itu bertanda baik, kemudian tepat pukul 21.37 WIB kami sampai didermaga Pulau Onrust, sebelum kami beranjak keatas dermaga tampak para sesepuh dan guru mengucapkan salam kepada para leluhur dan ghoib yang berada dipulau tersebut, setelah memberi aba – aba kami semua dipersilahkan untuk naik keatas dermaga dan membawa barang – barang perlengkapan kami.

dermaga pulau onrust

_MG_1563

Setelah semua berkumpul diatas dermaga kami semua diperkenankan beristirahat untuk melepas lelah selama perjalanan,lalu kami semua menuju sebuah warung untuk makan dan minum kopi sambil menikmati keindahan malam di pulau itu

_MG_1571

_MG_1572  _MG_1573

Setelah selesai makan dan beristirahat kami semua menuju makam yang menjadi tujuan perjalanan kami, dan di selama perjalanan kami melewati batu prasasti yang bertuliskan sejarah di Pulau ini, dan disitu pula kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama sesepuh,guru dan para pembina di Perguruan Mustika Sejati

_MG_1569

Setelah selesai berfoto akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan yang menjadi tujuan kami, di dalam perjalanan suasana yang gelap gulita yang hanya di terangi oleh cahaya rembulan, dan sebuah pelita disitu tampak bekas reruntuhan bangunan asrama haji, dan disitu pula terdapat museum, dan pohon – pohon besar yang rindang yang cukup membuat bulu kuduk kami semua berdiri, setelah berjalan beberapa meter akhirnya kami sampai juga ke tempat tersebut. sebelum kami semua memasuki areal makam, para sesepuh dan guru melakukan salam penghormatan  kepada para leluhur yang bermakam disitu dan kepada para  penghuni ghoib yang berada di areal itu, setelah selsai melakukan salam akhirnya para sesepuh mempersilahkan kami masuk ke areal makam tersebut, disitu kami mengirimkan hadiyah al-fatihah kepada para leluhur yang bermakam disitu, dan di lanjutkan dengan dzikir dan tahlil, acara tersebut kurang lebih berlangsung selama 1 jam 30 menit, setelah selsai kita semua melanjutkan latihan silat yang diterapkan oleh guru besar yang bernama Bpk.Aceng Suteja kepada semua anggota pembina.

  _MG_1575

_MG_1592

_MG_1596

Setelah selesai latihan silat guru besar MUSTIKA SEJATI mempersilahkan kepada semua anggota pembina untuk beristirahat sambil menikmati makanan ala kadarnya, setelah selesai beristirahat kami semua melakukan keacara selanjutnya,yaitu melakukan meditasi penyerapan energi alam dan dilanjutkan dengan  mandi KUM – KUM sebagai penyempurnaan dari seluruh aktivitas kami, sesungguhnya banyak sekali dari kawan kawan  disini yang merasakan, melihat dan mendengar penomena penomena ghaib yang terjadi disini namun atas saran dari para sesepuh dan guru , agar hal itu tidak di beritakan dengan alasan untuk tetap menjaga kesakralannya

_MG_1597

_MG_1603

Setelah selesai melakukan ritual mandi kum-kum kami semua di berikan ijasah Asma Langit Bumi yang mana asma ini sangat bermanfaat untuk bekal kami sebagai seorang calon pemimpin, dan setelah ritual pengijasahan selsai  kami semua mulai bersiap siap untuk bergegas, dan tak lupa sebelum kami bergegas dan beranjak dari tempat itu, kami semua diisaratkan  untuk membersihkan  semua bekas sampah yang ada diareal itu untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestariannya , setelah semua tampak bersih dan rapih, mulailah  acara yang kami semua tunggu tunggu dimulai, yaitu pembagian Doorprize benda bertuah , salah satunya adalah Tasbih karomah,

_MG_1609

_MG_1613

setelah acara pembagian doorprize selesai kami semua berdo’a semoga semua aktivitas yang kami lakukan disini dapat bermanfaat bagi kami semua, dan dapat menjadi bekas tapak tilas bagi generasi mustika berikutnya

Salam Mustika Sejati

MARHABBAN YA RAMADHAN

21 Juli 2013

Bulan ramadhan adalah bulan yang suci, dimana selama 30 hari kita akan di tuntut dan di wajibkan untuk berpuasa. Tidak hanya itu, kita juga harus bisa menahan hawa nafsu kita dari segala godaan baik makanan,minuman, amarah, jengkel , marah dan sebagainnya.

Kebanyakan orang sekarang tidak menjalankannya dengan penuh atau malah tidak menjalankan nya sama sekali. Padahal itu merupakan kewajiban bagi orang islam, malah merupakan Rukun Islam . andai orang-orang yang tidak menjalankan itu tahu betapa besar dari Manfaat Berpuasa  di Bulan Ramadhan mungkin mereka tidak akan melewatkan bulan suci Ramadhan ini dengan begitu saja. maka dari itu Kami akan membagi beberapa manfaat dan hikmah berpuasa di bulan Rhamadan .

Manfaat Berpuasa

1.Saat berpuasa, sekitar 600 miliar sel dalam tubuh menghimpun diri agar dapat bertahan hidup. Dengan berhimpunnya 600 miliar sel, daya tahan tubuh seseorang akan semakin tangguh.

2.Memberikan kesempatan pada alat-alat pencernaan yang pada hari-hari tidak berpuasa bekerja ekstra keras.

3.Membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas (seperti tinja, urin, CO2, dan keringat) yang berarti membatasi suplai makanan yang masuk ke dalam tubuh, penumpukan racun dan kotoran dapat dicegah, dengan begitu akan mengurangi risiko penumpukan bakteri, virus seperti kuman yang merupakan racun di dalam tubuh, sehingga menghentikan makanan untuk bakteri–virus dan sel kanker–sehingga tidak mampu hidup dalam tubuh manusia.

4.Adanya peningkatan sel darah putih yang sangat penting bagi kekebalan tubuh terhadap berbagai infeksi.

5.Meningkatkan daya serap makanan yang semula hanya menyerap gizi sebesar 35 % dari semua gizi yang dikandung dalam makanan menjadi hampir mencapai 85 %.

6.Bermanfaat pada proses pengobatan pasien obesitas yang sering menjadi pemicu penyakit-penyakit seperti jantung, hipertensi, dan gangguan kardiovaskuler.

7.Mampu memperbaiki fungsi-fungsi hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berkaitan dengan reproduksi.

8.Cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh (dalam sel kulit dan berbentuk lemak) dikeluarkan sehingga melegakan pernafasan organ tubuh serta sel-sel penyimpannya yang menjadikan kulit segar dan lembut. Kulit yang semula kendur akan berganti makin kencang dan tidak gampang berkerut.

9.Mengobati stroke, hipertensi, hipotensi, diabetes melitus, pengerasan pembuluh darah.

10.Mencegah serangan kanker hati, kanker lambung, hepatitis, pendarahan otak; gangguan ginjal, radang tenggorokan, radang hidung, amandel, dan radang kandung kemih.

11. Anda belajar menjadi orang yang lebih sabar dan tenang

12. Puasa Bisa mengurangi berat badan
Puasa merupakan cara yang paling cepat, efektif untuk mengurangi berat badan, detoksifikasi , penyembuhan dan memperpanjang kemungkinan harapan hidup baik dengan cara preventif maupun kuratif.

13. Puasa sebagai terapi nutrisi yang natural
Puasa adalah salah satu cara penyembuhan alami terhebat yang pernah ada. Hampir bisa dikatakan bahwa puasa adalah obat dari semua masalah. Hewan pun secara insting akan berpuasa jika sakit. Puasa bisa mengalirkan kembali energi yang terpendam, lebih kreatif dan lebih merasa hidup. Memang puasa yang dimaksud adalah untuk mengatur orang yang overnutrisi dibandingkan yang malnutrisi. Masalah penyalahgunaan diit, pola makan westernisasi di negara dunia ketiga, telah menumbuhkan berbagai macam penyakit degeneratif seperti atherosklerosis, hipertensi, penyakit jantung, alergi, diabetes dan kanker. Puasa dapat membantu menyembuhkan penyakit ini dan juga mencegahnya.

14. Hidup lebih baik dengan berpuasa
Karena dengan puasa tidak hanya tubuh anda menjadi lebih sehat tapi juga hati anda InsyaAllah menjadi lebih bersih.

15. Berpuasa akan mengistirahatkan sistem pencernaan kita
Mungkin selama kita hidup, hanya puasa yang dapat membuat istirahat secara fisiologis pada sistem saluran cerna kita, perbanyak makan buah dan sayuran untuk membantu proses ini

Hikmah Puasa Ramadhan
1. Meningkatkan ketaqwaan
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
2. Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah
Wahai orang-orang kaya, bersedekahlah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, memberilah seperti pemberian orang yang tidak takut miskin. Berdermalah dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, jadilah orang yang mensyukuri nikmat Allah. Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah sungguh ridha pada hamba yang memakan makanan lalu memuji-Nya atas makan itu atau meminum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu” (HR. Muslim).
3. Orang yang berpuasa menyibukkan hatinya dengan pikir dan zikir.
Karena bila menuruti hawa nafsunya maka akan membuatnya lalai bahkan mengeraskan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengarahkan untuk meringankan makan dan minum. Sabda Rasulullah : “Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yang dapat menegakkan punggunya, jika dia tidak mampu, maka 1/3 untuk makanannya, 1/3 untuk minumnya dan 1/3 untuk nafasnya” (HR. Ibnu Majah).
Demikian Manfaat Puasa Dan Hikmahnya Di Bulan Ramadhan semoga anda bisa lebih mengerti betapa indahnya bulan sici ramadhan dengan segala manfaat serta Hikmahnya. terimakasih dan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. sebarkan kebaikan Ramadhan dengan ucapan Ramadhan untuk sesama muslim.
Wassalam @Kiwong Sejati (Kampus Wong Sejati)

DAYA LINUWIH PUSAKA-PUSAKA LELUHUR

15 Februari 2013

DAYA LINUWIH PUSAKA-PUSAKA LELUHUR

Bicara soal pusaka2 kita tunduk dan hormat kepada leluhur dengan ilmu pengetahuan leluhur karena leluhur kita itu toto, titi, gemi, nastiti, ati-ati. Kita harus menghormati leluhur walaupun berbeda agama dan tidak benar kalau leluhur kita menganut Animisme.

Tentang Pusaka2 Leluhur dimana pusaka leluhur ada 2 macam :
1. Wujud : Tosan aji.
2. Tidak Wujud : Ajaran.

Meremehkan pusaka berarti meremehkan leluhur kita karena pusaka dibuat oleh beliau-beliau. Pusaka membuka rahasia-rahasia alam.

Keris jumlahnya banyak sekali karena sesuai dengan rahasia alam dengan frekwensi-frekwensinya. Leluhur membuat keris dengan frekwensi-frekwensi umum sesuai dengan yang dibutuh-kan untuk menaikkan derajadnya.

Kitab-kitab suci harus dijabarkan untuk mendapatkan apa yang tersirat demikian juga pusaka harus dijabarkan.

Zat-zat di dalam tubuh yang dapat diolah oleh pusaka :
– Astral Magnetisme.
– Kriya Sakti.
– Kundalini.
– Rahsa.
– Roh.
– Bayu.

Ketinggian bangunan bisa mempengaruhi seseorang untuk dapat terolah.
Antara manusia dengan keris terjadi hubungan tarik-menarik :
– Mula-mula tingkat daya pada manusia ada di bawah daya keris.
– Daya pada manusia ditarik / diangkat oleh daya keris.
Manusia dalam keadaan diolah oleh keris.
– Daya pada manusia setingkat dengan daya keris.
Manusia sudah menyatu dengan keris.
– Daya pada manusia berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari
daya keris.
– Daya pada keris ditarik / diangkat naik bersama-sama dengan daya
pada manusia ke udara.
Daya keris diudarakan oleh manusia.

Sebaiknya supaya tidak mempunyai ambisi di dalam memiliki pusaka.
Pusaka (dan juga batu) dayanya cocok-cocokan dengan seseorang.
Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan.
Kalau dulu pusaka itu miliknya / buatan leluhurnya / milik leluhurnya maka sekarang akan menjadi miliknya lagi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu.
Jika ada pusaka di dalam keluarga maka harus dikuasai benar dan dipesankan kepada keturunan bahwa nantinya akan mengalami hal-hal yang tidak wajar supaya keturunan nantinya tidak menjadi bingung dan tidak tahu harus bertanya kemana.

Jika seorang diberi pusaka pertama kali biasanya pusaka akan diganti-ganti,sampai pada suatu saat pusaka yang diberikan adalah pusaka tetap artinya dia sudah kuat oleh daya pusaka tersebut yang isinya semua daya-daya dari pusaka-pusaka sebelumnya ada pada pusaka yang ampuh tersebut.

Pusaka yang sudah menyatu atau manunggal dengan badan halus manusia, maka pusaka itu apabila hilang akan dapat kembali lagi bersamaan dengan pijaran sinar di dekat jantung. Dan jika orang tersebut meninggal dunia maka bersamaan dengan itu ujung pusaka tersebut lepas menembus rangkanya. Orang yang sudah manunggal dengan pusaka biasanya hanya mempunyai satu pusaka itu saja.

Jika suatu pusaka sudah menyatu dengan sesorang maka daya pusaka itu sudah ada di badan orang tersebut (sudah terolah sehingga mempunyai daya pusaka tersebut), tanpa adanya pusaka tersebut maka badan orang tersebut bisa memancarkan daya seperti daya pusaka tersebut.

Di dalam menghunus pusaka hendaknya harus terhunus seluruhnya, jika seandainya terbuka hanya setengah lalu dimasukkan kembali maka apabila kita membatin / berjanji akan tertulis seperti apa yang telah ditetapkan.

Bila sedang menghunus pusaka dan gerak dari pusaka tersebut mengarah kebawah itu tandanya adalah putusan sesuai dengan apa yang dimohon.

Memandikan Pusaka :
Dengan campuran : air nanas (2) dan air kelapa (1). Setelah karat bersih lalu dibersihkan dengan air kemudian diangin-anginkan (dikeringkan tanpa dilap dan jangan terkena sinar matahari langsung), terakhir setelah kering diberi minyak wangi melati atau apa saja (mawar, cempaka, dll).

Waktu yang baik untu pembersihan pusaka: Boleh pada bulan Suro atau bulan Maulud, didalam bulan Suro sebaiknya setelah hari ke sepuluh karena dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Suro, pusaka Keraton Yogya dan Solo sedang dimandikan dan dikhawatirkan terjadi benturan daya.

Pengolahan pusaka : 1 set.
* Bagian kiri (cakra X) :
– Getaran masuk dari sebelah kiri badan.
– Menerima kuliah.
– Ilmunya Syeh Maulana Magribhi.
* Bagian kanan (cakra XI) :
– Getaran masuk dari sebelah kanan badan.
– Wisuda tapi belum skop luas.
– Ilmunya Syeh Abdul Kadir Jaelani.
* Bagian tengah (cakra VII) :
– Getaran masuk dari bagian tengah badan.
– Sudah bisa mengobati dan mendayagunakan daya dari alam/jagad.
– Ilmunya Syeh Jumadil Qubro. Jumadil Qubro = Jumbuh Karo
Adiling Jagad = Ketemu dengan adilnya jagad. Qubro = Jagad.

Arti dari pada angka (daya yang berlaku dan luk pada pusaka) :
1 = Manusia.
2 = Manunggaling Kawulo Gusti.
3 = Allah, Muhammad, Rasullullah = Bapa, Putera, Roh Kudus.
= Sang Hyang Nur Cahyo, Pikulun Podo Wenang, Ismoyo
(Jinangkungan).
4 = Nafsu-nafsu manusia.
5 = Utusan (Honocoroko).
6 = Nentoake (Menentukan / Menetapkan).
7 = Pitulungan (Pertolongan).
8 = Turunnya Mahkuto Romo.
9 = Wali Songo (Ilmu Tuhan).
0 = Makrifatullah.
10 = Manusia yang mendekatkan diri ke Tuhan (Tuhan Sendiri).
11 = Manusia dengan Tuhannya (Dhat / Atom Allah).
12 = Apostle (Pengikut / Murid Kristus).

Contoh :
Luk 25 artinya : 2 = Manunggaling Kawulo Gusti, 5 = Utusan.
Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar
menjadi utusan

Arti angka pada badan manusia (bagian yang mengalami pengolahan) :
1 = Daerah Sex.?
2 = Pusar.?
3 = Solar Plexus.?
4 = Ulu Hati.?
5 = Bahu Kiri Kanan.?
6 = Punuk.?
7 = Leher.?
8 = Kepala.
9 = Jantung.

Contoh :
Wahyu Makuto Romo kodenya angka 8, 8 = angka kepala.
Jadi untuk mendapatkan Wahyu Makuto Romo maka bagian badan yang terolah adalah kepala.

Luk 25 artinya : 2 : Manunggaling Kawulo Gusti.
5 : Utusan.
Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar menjadi utusan, dayanya : jika kita semedi maka para malaikat akan turun dan beliaupun akan turun.

Luk 17 artinya : 1 : Manusia.
7 : Langit-langit
Jadi luk 17 artinya kontak dengan para leluhur dari lapisan-lapisan langit.

Luk 12 artinya mengolah manusia dari sifat 12 apostle untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati (Podo Wenang), berjalan di jalan yang lurus (12 sifat manusia yang seperti 12 apostle akan diluruskan)

Luk 5 mengolah manusia menjadi utusan yaitu menjadi manusia yang relnya lurus di jalan Allah (moral, mental, watak, sifat, perilaku, spiritual dan pembawaan yang terpuji).

Khodam adalah isi keris, bukan daya dari keris.
Tingkat dasar seseorang bisa mengetahui isi keris, syaratnya orang tersebut sudah terbuka Shadiqul Wa’dnya (Atom yang tak pernah ingkar) sehingga bisa mendapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya.

Apabila orang-orang banyak mengetahui daya dari pusaka-pusaka maka dikhawatirkan akan mengakibatkan pencurian pusaka-pusaka.

Pusaka-pusaka ada yang mempunyai hubungan gaib dengan suatu wilayah tertentu, misalnya : Pusaka A hubungan gaibnya dengan gaib dari Srandil.

Jika 2 pusaka dikatakan bertemu (pertemuan pusaka) maka itu bisa berarti pertemuan :
1. Antar isi pusaka (daya pusaka).
2. Antar gaib-gaib yang ada hubungannya dengan pusaka-pusaka tersebut.

Pusaka dan sesaji merupakan sarana untuk berdialog dengan Tuhan dan berhubungan dengan leluhur.

Manusia harus memakai sarana (kecuali dalam keadaan terpaksa / darurat) untuk menjaga jangan sampai manusia merasa seperti Tuhan (manusia itu kuasa tetapi tidak maha kuasa).

Tanpa sarana pasti kodenya salib, orang digerakkan dalam cross position.

Jangan sengaja mendatangkan leluhur (ilmu menghadirkan itu dilarang agama) karena bisa ada jin / roh halus yang mengaku leluhur kita. Leluhur hadir tanpa kita menghadirkan dengan sengaja adalah hak Tuhan. Leluhur yang sudah di sisi Allah dikirim oleh Tuhan sebagai malaikat untuk kita (dari leluhur kita sendiri).

Mengetahui daya pusaka jika kita sedang kontak :
1. Tulang iga sebelah kiri kita hidup artinya kita kontak dengan Beliau perempuan.
2. Tulang iga sebelah kanan kita hidup artinya kita kontak dengan Beliau laki-laki.

Kode-kode penglihatan :
– Segitiga : Bagian jantung diolah secara spritual.
– Roda : Cokro Manggilingan (perjalanan hidup manusia).
– Bintang Lima : Petunjuk Tuhan (Surat An Najm).

Ada pusaka yang scopenya Jagad karena pusaka tersebut mengolah Atman.
Pusaka itu mengolah manusia menjadi manusia An Naas sehingga manusia itu bisa memancarkan Atman yang bisa menembus apapun sehingga bisa mempengaruhi jagad. Daya dengan skope jagad keluar dari Cakra 7 (Cakra Mahkota). Daya dengan skope semesta keluar dari Cakra 10 dan 11 (Cakra-cakra Bahu Kiri dan Kanan).

Keris Majapahit umumnya tarikan vertikalnya tinggi. Ada pamor Ratuning Keris dan Pendetaning Keris, kedudukannya lebih tinggi Pendetaning Keris dari pada Ratuning Keris.

Pusaka dapat menunjuk surat dari al Qur’an atau al kitab dengan makna dan bimbingan dimaksud untuk manusia. Apabila pusaka di dalam dayanya menunjuk surat As Shaad, maka pengolahannya ada pada jantung dan sudah pasti levelnya tinggi. Karena dijantung terletak AKU sebagai zat Tuhan.

Pusaka putih :
– Pusaka putih licin disebut Panditone Pusaka.
– Pusaka putih kasar.

Pusaka tanpa pamor :
– Pusaka yang besinya hitam tidak ada pamornya dayanya adalah kuasa / kekuasaan.
– Pusaka yang besinya putih tidak ada pamornya dayanya adalah sifat putih.

Pusaka dengan besi kemerah-merahan / merah bata (Tosan Malik / Besi Melik) biasanya untuk santet dan untuk pertempuran. Sarananya dengan menggunakan serbuk besi. Pusaka ini bagus untuk bentengan, bisa Tumpes Sak Turunan (Tumpas Satu Turunan).
Pusaka ini berdaya Olo Biso Becik Biso (Jahat bisa baik bisa) tanpa perlu sambatan, tanpa pamor juga berdaya bagus.

Pusaka Wrani : Keris yang terdiri dari campuran besi dengan lumpur yang bisa berakibat kulit gatal-gatal, dapat membuat kulit dan daging dapat busuk, jika kena anginnya saja dapat berakibat kulit dan daging buduk.

Pusaka dari bahan Meteor tarikan vertikalnya tinggi, dayanya Hangliputing Jagad (meliputi dunia).

Pusaka pamor Tiban sifat vertikalnya tinggi sekali yaitu sifat Wahyu.

Pusaka-pusaka yang bisa menghidupkan / menggerakkan / mengudarakan pusaka-pusaka lainnya :
– Keris Oumyang Majapahit.
– Keris Sangkelat.
– Keris Nogo Balik.

Pusaka pamor inti biasanya dayanya khusus (1 daya), tetapi ada juga pusaka dengan pamor inti yang isinya 4 daya.
Pusaka dengan pamor inti ini harus diukup tiap-tiap Jumat Legi /Kliwon supaya jika kita sedang dalam bahaya maka isi dari pusaka tersebut (keluar seperti orang / manusia) akan masuk ke dalam badan kita untuk membentengi kita dari bahaya (misalnya jika kita mau diracun orang).
Contoh pamor inti : pamor Gambar Sunyo.

Pusaka-pusaka yang sifatnya menetralisir dan bentengan harus sering-sering diberi minyak wangi (melati dll) untuk membersihkan dari daya-daya yang disedotnya.

Sebelum 4 Mpu dari Jawa Barat datang ke Jawa Timur, di Jawa Timur ada Mpu Pitrang dan Mpu Gandring.
Selain dibuat ke 2 Mpu tadi keris-keris Majapahit dibuat oleh resi-resi dimana keris buatan mereka pamornya tidak jelas.

Empu Keleng didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas pada pamor dengan gambar binatang.

Ornamen pada keris :
– Harimau : lambang kekuasaan.
– Harimau duduk : menjaga.
– Harimau berdiri : kuasa tetapi pasrah pada Allah.
– Burung Hong (Phoenix) : lambang rejeki.
– Padi : lambang kelurusan dan rejeki.
– Naga horizontal : daya pusaka masuk ke dalam tubuh manusia.
– Gajah adalah lambang jalan lurus (gajah jika berjalan selalu lurus ke depan, tidak berbelok).
– Kuda laut adalah lambang menegakkan kelurusan (kuda laut selalu berenang tegak, tidak rebah seperti ikan)
– Kalajengking / Scorpio adalah lambang bila ilmunya lurus maka akan selamat tetapi bila tidak lurus maka akan buruk akibatnya (jika kalajengking ekornya lurus tidak berbahaya, tetapi jika ekornya melengkung / tidak lurus maka bisa menyengat / terkena racun).

Empu Ki Kuwung didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas memasukkan sabda Beliau : Sopo Sing Kanggonan, Sesok Uripe Kan Raharjo (Siapa ketempatan pusaka ini (pusaka Ki Kuwung) hidupnya akan sejahtera).
Cirinya : Kerisnya agak lebar dan di pejetannya ada ciri khasnya.

Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut “Gandrung”, tetapi orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat tinggi disebut “Gandring”. Oleh karena itu pusaka Mpu Gandring sangat ampuh.

Kayu Tumongo (Timoho) yang rupanya asli belang-belang dipakai untuk
warangka dan pegangan keris yang tua, sifat vertikal tinggi.

Pusaka Kerajaan Kahuripan (Jawa Timur).

Pusaka kerajaan Kahuripan (Jawa Timur) ada 2 :
1. Pusaka Erlangga (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi)
2. Pusaka Dewi Sekar Taji (Pusaka II / Pusaka kerajaan).

Pusaka Erlangga.
Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.

Pusaka Dewi Sekar Taji.
Pusaka Dewi Sekar Taji luk 10 adalah pegangan wanita.
Sekar = Bunga. Ta = Tesing Gusti = Atom Allah.Ji = Aji.

Pusaka Kerajaan Pajajaran (Jawa Barat).

Pusaka kerajaan Pajajaran (Jawa Barat) ada 2 :
1. Pusaka Singa Putih (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi)
2. Pusaka Manglar Mongo (Pusaka II / Pusaka kerajaan)

Pusaka Singa Putih.
Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.

Pusaka Manglarmongo.
Punya pengaruh di jantung, orang yang memegang pusaka ini harus putih.
Manglar : Mengembang / meluaskan sayap.
Mongo : singkatan dari Mo – Go – Bo – To – Ngo, yaitu mematikan hawa
nafsu / teguh dalam iman.
Manglar Mongo : Meluaskan sayap tetapi teguh dalam iman.
Gajah : Kelurusan.
Gajah Mongo : Lurus dalam iman (teguh).
Ada keris pamor Naga Manglar Mongo dan Ganesha Manglar Mongo.
Cakra mahkota (cakra VII) kalau disamakan dengan keris pamornya Manglarmongo dengan gambaran burung garuda yang mengembangkan sayapnya dengan lebar.
Maksudnya adalah : Mongo = cakra VII, Manglar = menjangkau dengan luas. Daya yang skopenya Jagad keluar dari Cakra Mahkota.
Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Manglar Mongo.
Daya yang skopenya Semesta tapi belum jagad keluar dari Cakra-Cakra Bahu (Cakra 10 dan 11).
Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Wahyu / Wali Songo untuk menggerakkan Gaib-gaib kenegaraan se Indonesia.

Pusaka Kerajaan Majapahit (Jawa Timur).
Pusaka kerajaan Majapahit (Jawa Timur) ada 2 :
1. Pusaka Sangkelat (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi).
2. Pusaka Condong Campur (Pusaka II / Pusaka kerajaan).

Pusaka Sangkelat.
Sangkelat : Sang Komo Lati = Hayat hidup diucapkan jadi.
Sang = Sifat tinggi.
Komo = Hayat hidup.
Lati = Ucapan.
Sifatnya tidak ingin diungguli / diserang oleh pusaka-pusaka lainnya (kedudukan-nya sangat tinggi : sifatnya diatas pamor pusaka lainnya.

(Zaman Majapahit) ).
Mpu Supo Sepuh adalah pembuat pusaka Sangkelat.
Pusaka Sangkelat adalah pusaka Raja Majapahit sejak Raja Raden Wijaya.
Dayanya semua daya dari pamor-pamor yang ada pada pusaka-pusaka baik pamor inti maupun pamor campur ada di pusaka Sangkelat (pusakanya /pegangan Raja).
Dalam riwayat pusaka Sangkelat pernah lepas dari rangkanya dan bertarung diudara dengan pusaka lainnya yang menyerang. Prabu Brawijaya tidak dapat menurunkan pusaka tersebut dari udara, maka dipanggillah Mpu Supo untuk menurunkan pusaka tersebut. Mpu Supo dengan menggunakan Pusaka Condong Campur akhirnya dapat menurunkan pusaka-pusaka yang sedang bertarung tersebut ke bawah.

Pusaka Condong Campur.
Condong campur maksudnya campur dengan aspirasi rakyat.
Istilahnya seluruh daya dari pusaka-pusaka menjadi campur.
Sifatnya menetralisir pusaka-pusaka lain yang berlawanan sehingga tidak terjadi benturan-benturan / perang antar pusaka (Dibuat oleh Mpu Supo).
Condong Campur adalah pusaka untuk kewibawaan dalam wilayah, berwibawa terhadap rakyat. Pusaka ini adalah pusaka zaman Majapahit yaitu pusaka kerajaan / negara.

Pada zaman Islam pusaka raja adalah pusaka Nogo Sosro Sabuk Inten.
Sifatnya membentuk kejiwaan raja dan kesaktian.
Dibuat oleh Mpu Supo Gati (adik dari Mpu Supo Sepuh).
Nogo Sosro = Sejuta Nur Gaib.
Dalam Agama Budha daya pusaka Nogo Sosro ini sama dengan Sejuta Budha.

Pusaka Pengayom / Pelindung Nuswantara Pada Zaman Majapahit.

Pusaka pengayom / pelindung Nuswantara pada zaman Majapahit :
1. Pusaka Oumyang Majapahit.
2. Pusaka Sabdo Palon (SP).
Pasangan / Gandengan pusaka Oumyang Majapahit adalah pusaka Sabdo Palon (SP). Pusaka Oumyang Majapahit tanpa pusaka Sabdo Palon (SP) akan pincang.

Pusaka Oumyang Majapahit.
Oumyang = Yang Maha Tinggi.
= Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan. Enersi yang maha tinggi bersifat keTuhanan.
Menurut Buku Keris, Pamor Oumyang Majapahit adalah pamor Pakar (orang yang ahli / keahlian), diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).

Daya pusaka Oumyang Majapahit (dari pamor Pakar) :
1. Kuat angkat junjung drjad. Kuat junjung drjad :
– Kuat junjung orang dari kegelapan.
– Kuat junjung derajad orang.
– Kuat menyembuhkan keadaan yang sakit (perlu pusaka skope jagad). Kuat angkat junjung berarti kuat angkat orang /bangsa dari kegelapan. Sebelum dijunjung, orang / bangsa harus diangkat dari kegelapan.

Caranya dengan : Angleledo, Bejane sing dipunduti candrane kahening siro sedoyo. –> Ciri Satrio Piningit.
Angleledo = menyamarkan / menggoda.
Dipunduti = sepertinya diminta untuk memenuhi suatu persyaratan agar hidupnya terangkat.
Semua kegelapan manusia bersumber dari Amarah (tetapi Amarah ini banyak kawannya), jika kita bisa mengendalikan Amarah maka akan bisa mengawali dan bisa mengakhiri sehingga bisa menggarisbawahi cukup sampai disini (seperti
Aku – kembali kepada Tuhan).

2. Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak/sesakti apapun musuhnya kalah/habis semua). Sesakti apapun musuhnya jika dihidupkan Akunya tidak akan berdaya.

3. Ojo pisan-pisan siro kumawani,sing wani yen ora loro yo edan (Jangan sekali-kali terlalu berani (anggap remeh), jika berani akan sakit atau gila.
Isinya : Wanita (wadah suci)
Lambang Isi Oumyang Majapahit :
Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).

Karena semuanya ada disitu maka Tuhan-Tuhan Kecil akan pergi, roh-roh halus sesakti apapun tidak berani (seperti Lengkung Kusumo).
Tuhan kecil –> membuat nafsu menjadi dayanya –> daya mistik.
Surat yang ditunjuk :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan). –> Alif.
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka). –> Lam.
3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan). –> Mim.

Ujian dari pusaka Oumyang Majapahit adalah membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang).

Pengaruh Oumyang Majapahit :
– Dilayani / diladeni orang-orang.
– Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus menghentikan tapanya (harus selesai).

Daya pada orang yang menyatu dengan Oumyang Majapahit :
1. Tidak ada yang tersembunyi.
2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan. Oumyang Majapahit warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang kemuliaan).

Pusaka Oumyang Majapahit sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan orang diajak untuk marifat. Oumyang Majapahit adalah sumber elmu.
Sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan mengajak orang untuk marifat. Dan siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani untuk diajak marifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
Bila seseorang yang masih menggunakan nafsunya maka dia tidak akan kuat atau tidak tahan jika dia datang ke Tebet karena mau tidak mau dia akan terolah dengan Pusaka Oumyang Majapahit.
Selama orang masih menganut ilmu yang sifatnya kesaktian atau yang sifatnya mistik maka bila orang itu ke Tebet akan berakibat ilmu tersebut akan Badar (hapus).
Bagi yang datang ke Tebet sadar atau tidak sadar akan ditempelkan Condronya Beliau melalui Pusaka Oumyang Majapahitnya, oleh karena itu jika kita dipernahake (dinasehati) oleh Bapak maka kita harus menurut dan mengerjakan apa yang diminta.
Didalam pengolahan terhadap Pusaka Oumyang Majapahit maka akan terdapat istilah : Yen Lakumu Lan Sowanmu Ketompo, Sak Penjaluke Ing Roso Katekan, maksudnya adalah asalkan laku / amalanmu dan
kedatanganmu diterima maka bila melaksanakan suatu permohonan dengan
membatin di dalam hati, maka permohonannya akan sampai.
Rahasia dari Pusaka Oumyang Majapahit adalah dapat menghidupkan /
mengudarakan pusaka-pusaka yang lainnya.
Pusaka Oumyang Majapahit mengolah manusia untuk ditingkatkan
spiritualnya tingkat demi tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal
Mustaqiim sampai Alam Lahut yang menghasilkan daya Sastro Jendro Hayu
Ningrat Pangruwating Diyu artinya manusianya bisa mempunyai daya
Ngudari Benang Ruwet (menguraikan masalah).
Oumyang Majapahit itu pengolahannya pada Aku (Gaib Tuhan sendiri)
yaitu Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Awal dan Yang Akhir
(Dalam Al Kitab : Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang
Akhir, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dan Aku akan datang
sebagai Manusia untuk menghakimi).
Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun.
Karena pengolahannya pada Aku maka jika Oumyang Majapahit dihunus
akan berdaya untuk menghidupkan dan mematikan sesuatu, mengawali dan
mengakhiri sesuatu sehingga tidak boleh dihunus secara sembarangan
(diistilahkan : Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe = Harus ada yang
dikerjakan).

Jadi bila terpaksa dihunus harus ditentukan tujuannya :
– Yen arep nguripke, nguripke opo / sopo.
– Yen arep mateni, mateni opo / sopo.
– Yen arep ngawali, ngawali opo.
– Yen arep ngakhiri, ngakhiri opo.
(Jika ingin menghidupkan, menghidupkan apa / siapa)
(Jika ingin mematikan, mematikan apa / siapa)
(Jika ingin mengawali, mengawali apa)
(Jika ingin mengakhiri, mengakhiri apa)
Daya Oumyang Majapahit adalah daya Surat Adz Dzaariyaat : Kuasa
Mukjizat.
Pengolahan Oumyang Majapahit untuk mendapatkan Enersi Yang Maha
Tinggi sehingga bisa melepaskan manusia dari lepetan-lepetan / dosa
dalam waktu singkat.
Pusaka Oumyang Majapahit mengolah Enersi Yang Maha Tinggi pada diri
manusia sehingga:
– Bisa mengetahui daya-daya yang akan turun dari langit.
– Mempunyai firasat yang tinggi.
– Manusia yang memegang pusaka tersebut dapat terkabul
permohonannya (Sak Penjaluke Ing Roso Katekan).

Pusaka Oumyang Majapahit mengolah pada :
1. Mematikan nafsu darah (Wahyu Sastro Jendro Hayu Ningrat
Pangruwating Diyu).
Gunanya untuk mengangkat / melepaskan dosa-dosa kita / orang
lain akibat perbuatan hidupnya / dosanya sendiri.
Untuk memberikan terang kepada orang yang terkena elmu tidak
bisa dengan daya ini.
2. Mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha Gaib.
Dayanya mengangkat / melepaskan / memberikan terang kepada
kita/orang lain dari elmunya sendiri maupun diserang orang lain.
Bila sudah berhasil mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha
Gaib maka dapat disebut Marifat dari Marifatullah.

Oumyang Majapahit mengolah seseorang untuk menjadi marifat,
mengolah cakra 13 dan orang diajak supaya bisa mencapai nol /
kosong baik itu materi, fisik maupun rohani lalu dilewatkan
Jembatan Shiraathal Mustaqiim.
Bila lulus diolah pusaka ini maka mengenai rezeki dan lainnya
akan bagaikan air mengalir di sungai Kautsar asal hidupnya
harus lurus bagaikan relnya Al Qur’an. Oumyang Majapahit adalah
kuasa ilmu-ilmu gaib, bisa mengudarakan pusaka-pusaka lain.

Riwayat dari pusaka Oumyang Majapahit :

Dibuat oleh seorang Empu yang mana setelah pusaka itu jadi, Empu tersebut takut bilamana pusaka ini jatuh atau ketempatan pada orang yang salah. Lalu oleh Empu tersebut pusaka ini dibuang ke laut dengan harapan suatu saat akan ada orang yang benar-benar cocok dan sanggup akan ketempatan pusaka ini.
Pada suatu ketika ada seseorang nelayan melihat seorang putri berteriak minta tolong di laut, lantas oleh nelayan tersebut putri itu ditolongnya. Namun begitu dipegang oleh nelayan, putri tersebut berubah menjadi sebuah keris.

Pusaka ini konon oleh Paku Buwono X dicari–cari dengan mengadakan sayembara karena Beliau mengetahui mengenai kedahsyatan dan kehebatan dari pusaka ini. Dalam sayembara itu dikatakan bahwa tidak hanya pusaka tersebut yang akan dirawat oleh Beliau tetapi juga orang yang menemukannya / menyimpannya akan diboyong ke keraton untuk dijadikan abdi dalem keraton karena Beliau sendiri merasa tidak kuat untuk ketempatan pusaka tersebut akibat gawatnya daya dari pusaka tersebut.

Tetapi nelayan yang mendapatkannya tidak datang bahkan dicari ke desanya tidak ketemu, menghilang bersama pusaka tersebut.

Pusaka ini didapatkan oleh Bapak Parwoto ketika bersama-sama tentara Indonesia di jaman Jepang memasuki kantor tentara Jepang yang sudah ditinggalkan. Saat itu sebagaimana lazimnya masa peperangan semua besi-besi yang ada dirampas oleh tentara pendudukan dan dikumpulkan untuk keperluan perang dalam hal ini termasuk juga pusaka-pusaka. Di dalam kantor tentara Jepang itu ada banyak pusaka hasil rampasan tentara Jepang (salah satunya adalah Oumyang Majapahit) yang kemudian dibagi-bagi di antara tentara Indonesia. Bapak Parwoto mendapatkan pusaka Oumyang Majapahit tanpa mengetahui pusaka apa itu sebenarnya (tidak memilih secara sengaja). Pusaka Oumyang Majapahit ini baru dikenali ketika akan diberi warangka, dibawa ke toko pembuat warangka dan dikenali oleh pemilik toko tersebut.

Pusaka Sabdo Palon (SP).
Sabdo = Sabda, ucapan.
Palon = Panutaning Ngaurip = Tuntunan Hidup.
Sabdo Palon = Sabdo Panutaning Ngaurip.
Noyo = Wajah.
Genggong = Langgeng.
Noyo Genggong = Langgeng Sifate.
Sabdo Palon Noyo Genggong = Sabdo Panutaning Ngaurip Langgeng Sifate.
= Tuntunan Hidup Yang Bersifat Langgeng.
Yang dimaksud dengan Sabdo Palon Noyo Genggong adalah Ajaran-Ajaran
Yang Tersirat Dalam Kitab Suci (Al Qur’an, Al Kitab dll).
Dahulu Ajaran ini dikumpulkan berupa sebuah buku yang ditulis oleh
Beliau Wali X.Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-
Anak Kecil Bersayap.

Menurut buku keris, pamor pusaka SP adalah Pamor Ikar yang dayanya :
1. Wong Siji Biso Katon Sepuluh (Orang 1 bisa terlihat ada 10).
2. Biso Neka-ake Angin Prahoro (Bisa mendatangkan angin prahara).
3. Biso Anjagani Negoro (Bisa menjaga negara).
4. Sosok Kendit Mimang : Wong Sing Nduwe Karep Olo Bakal Bingung
(Bagaikan Kendit Mimang / Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
akan bingung sendi-ri).
Pusaka SP mengolah pada Cahaya Cinta Kasih, syaratnya orang harus mati nafsu da-gingnya (Kristus menebus dosa manusia dengan darahnya).
Lambang Isinya : Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui (Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
Surat yang ditunjuk :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan). –> Alif.
2. Surat Al Furqan (Pembeda). –> Lam.
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar). –> Mim.
Menurut buku keris, bila SP dihunus : Bakal Nekano Angin Prohoro,
Wong-wong Sing Nang Duwur Sing Ora Bener Bakal Tibo (Akan
mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat), orang-orang yang di atas
(para pemimpin) yang tidak benar akan berjatuhan).

Daya pusaka ini :
1. Bisa memisahkan yang bathil dan yang benar.
2. Bisa melepaskan orang dan yang bersifat bathil dari kegelapan
supaya menda-pat terang.
3. Wus Biso Wulang Wuruk (Bisa mengajar / memberi keterangan
tentang hal-hal yang Wingit (tentang gaib)).
Pemegang pusaka SP mempunyai daya :
– Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk
menangkal daya negatif.
– Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).

Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan
datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka
bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan
ujian yang berat ).
Walaupun cobaan dan ujian dari pusaka SP berat tetapi pusaka ini
mendatangkan Keadilan dan untuk menyelesaikan suatu persoalan
(menggaris bawahi sampai disini saja).
Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku
tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong
emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya
dengan tidak sah).
Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini
akan keluar / naik dari warangkanya.
Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya
untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

Riwayat dari pusaka Sabdo Palon :
Tahun 1960 ada orang tua datang ke Pak Atmo menitipkan pusaka ini
dengan pesan bahwa isi dari pusaka ini ada di Jakarta / di Pak
Parwoto (Isinya datang) dan orangnya akan datang mengambil, lalu
orang tua itu pergi, dicari tidak ketemu (seperti menghilang).
Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat.
Tahun1967 ada cobaan dipundutnya putri kesayangan Beliau.
Tahun 1968 ada cobaan berat harta benda.
Tahun 1969 pusaka diambil oleh Pak Parwoto (Wadahnya dijemput).
Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-Anak Kecil
Bersayap.
Tahun 1970 pada Malam Natal turun Cahaya Allah yang gambarannya
berupa Bunda Maria dan Yesus.
Pengertiannya adalah Bunda Maria = Wadah Suci & Yesus = Roh Kudus =
Roh Suci, berarti yang diterima Pak Parwoto hakekatnya adalah :
Sucikan wadah (badan) karena Roh Kudus akan masuk (akan memakai
wadah), dengan kata lain akan diolah untuk menerima Karunia Roh Kudus.
Berarti harus memelihara badan supaya selalu dalam kondisi siap
dipakai Tuhan sebagai wadah dengan cara :
– Merendahkan hati.
– Memelihara diri dari nafsu darah.
Tahun 2000 pusaka ini dengan pusaka Oumyang Majapahit keduanya
bersatu aktif dalam kenegaraan (bergerak minta diudarakan).

7.6 Perbedaan Antara Pusaka Oumyang Majapahit Dengan Pusaka Sabdo
Palon :

Pusaka Oumyang Majapahit :
1. Pamornya :
Pamor Pakar (orang yang ahli).
Diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / Sesakti
apapun musuh-nya habis semua).
2. Isinya :
Wanita (wadah suci).
3. Lambang Isinya :
Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala
kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).
4. Surat yang ditunjuk :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan).
5. Ujiannya :
Membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan
penyayang).
6. Pengaruhnya :
– Dilayani / diladeni orang-orang.
– Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus
menghentikan tapanya (harus selesai).
7. Pengolahannya :
– Mengolah manusia untuk ditingkatkan spiritualnya tingkat demi
tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal Mustaqiim sampai Alam
Lahut untuk mendapatkan Enersi Yang Maha Tinggi (Atom Yang
Maha Gaib –> Aku), sehingga punya daya Ngudari Benang Ruwet
(menyelesaikan masalah).
– Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa
Yakuun.
8. Dayanya :
Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
1. Tidak ada yang tersembunyi.
2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah
terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa
melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan.
9. Jika dihunus :
1. Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe (Harus ada yang dikerjakan).
2. Siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani
untuk diajak ma’rifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
10. Warangkanya :
Pusaka ini warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang
kemuliaan).

Pusaka Sabdo Palon (SP) :
1. Pamornya :
Pamor Ikar (orang 1 bisa terlihat ada 10).
2. Isinya :
Anak-anak kecil bersayap.
3. Lambang Isinya :
Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui (Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
4. Surat yang ditunjuk :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan).
2. Surat Al Furqan (Pembeda).
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
5. Ujiannya :
Mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan ujian yang berat).
6. Pengaruhnya :
Mendatangkan keadilan, untuk menyelesaikan suatu persoalan /menggarisbawahi sampai disini (Kristus menebus dosa manusia dengan darah-nya : harus mati nafsu dagingnya).
7. Pengolahannya :
Mengolah pada Cahaya Cinta Kasih.
Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Menghayu Hayuning Bawono.
8. Dayanya :
Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
1. Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk menangkal daya negatif.
2. Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).
9. Jika dihunus :
Pusaka ini akan mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat).
10. Warangkanya :
Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dengan tidak sah).
Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini akan keluar / naik dari warangkanya.
Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

Umyang Pajang.
Ciri khas Umyang Pajang adalah : luknya ke kiri lebih dahulu (dari arah gonjo lekuknya berbelok ke arah kiri dulu, padahal umumnya keris-keris lain awal luknya berbelok ke kanan dulu), jika dilihat dari pemegang keris.
Jika dilihat dari arah kiri-kanan keris maka lekuknya ke kanan lebih dahulu. Dayanya : Orang tanpa ditanya akan ngomyang / bercerita /mengoceh sendiri tentang perbuatannya.

Umyang Jembe.
Umyang Jembe ada 2 :
1. Pamor Pohon Beringin.
2. Pamor Ketut (ada gambar 2 orang di kiri kanan).
Jembe : Habis ludes tidak berdaya.
Umyang Jembe artinya :
– Umyang : punya kelebihan yang sifatnya kuasa.
– Jembe : orang yang sudah lepas nafsu jim sehingga relnya ada /
sudah di ja-lan Allah, sudah hidup dalam ridha Allah.
– Umyang Jembe : diberi kekuasaan untuk bisa mengayomi /
memayungi / memberi petunjuk.
Kalau berani kepada pemegangnya akan mati penguripane (tidak ada yang mengayomi).
Jarang ada orang yang punya jiwa pengayom.
Pengayom harus berjiwa tenang sehingga berlaku bijak / wise dan bisa membimbing.
Pengayom itu adalah jiwa, tidak bergantung usia.
Daya Umyang Jembe menunjuk Surat Amsal : bagaikan orang kaya yang selalu merasa kekurangan (tidak pernah puas)
Syaratnya : pemegang Umyang Jembe harus bisa mengayomi sesama manusia dengan ikhlas (kudu wani ngayomi wong sapodo-podo lan kudu ikhlas). Lambang pengayom (gambar pada wilahan keris) :
– Tongkat : tuntunan.
Wenehono (paring/aweh) tungket (teken) marang wong wuto (ora ngerti dalan) (memberi tongkat kepada orang buta / tidak tahu jalan) artinya memberikan tuntunan / petunjuk atau menunjukkan jalan kepada orang yang dalam ketidak-tahuan.
– Payung : pertolongan.
Wenehono (paring/aweh) payung marang wong kudanan lan kepanasan (memberi payung kepada orang yang kehujanan atau kepanasan) artinya memberikan pertolongan kepada orang yang mendapat musibah / kemalangan.
– Padi dan Kapas : hak dan rejeki.
Wenehono (paring/aweh) sandang pangan marang wong sing gawe (memberikan sandang pangan kepada orang yang yang bekerja memberikan hak dan rejeki kepada orang yang sudah bekerja untuk kita).
– Beringin Kurung (Wringin Kurung) : perlindungan / pengayoman.
Memberikan keteduhan / tempat berlindung bagi orang yang sedang kepanasan artinya memberikan perlindungan kepada orang yang sedang mendapatkan kesusahan.

nb: Oumyang tidak sama dengan Umyang

Pusaka Singkir.
Pusaka Singkir ada 2 dan dayanya berbeda.
– Singkir Majapahit.
– Singkir Demak.

7.10 Daya Pusaka Dan Surat-Surat Al Qur’an.

Untuk mengolah manusia supaya dapat mempunyai daya Menghayu Hayuning Bawono maka surat yang harus dipahami :
1. Surat Al Quraish (Suku Terpilih).
2. Surat Al A’laa (Yang Maha Tinggi).
3. Surat An Fushilat (Yang dijelaskan)
Bacaan dari surat-surat tersebut : Manusia pilihan yang bisa menerima daya paling tinggi untuk mempunyai daya memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya.
Daya Menghayu Hayuning Bawono ini (merupakan Wahyu paling tinggi) :
– Mengolah semua zat-zat pemberian Allah yang ada di dalam tubuh manusia yaitu lewat otak tengah / otak kesadaran dengan proses pengolahan langsung menuju Alam Lahut.
– Mempunyai sifat mengayomi dan memimpin.
– Merubah dari yang ada di atmosfir sampai seluruh jagad raya dan merubah ma-nusia (mau tidak mau) untuk menjadi (mempunyai sifat) ayu.

Untuk mengolah manusia supaya dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun /mendayagunakan Atman maka surat yang harus dipahami :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
3. Surat An Fushilat (Yang dijelaskan).

Untuk mengolah manusia supaya dapat mempunyai daya Salib Penyembuhan maka surat yang harus dipahami :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan) —> Mematikan Nafsu.
2. Surat Al Furqan (Pembeda / Memisahkan yang bathil dan yang benar) —> Mem-buka Tabir.
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar) —> Menyorot dengan Nur.
Bacaan dari surat-surat tersebut : Kebangkitan Roh Allah pada manusia dengan mematikan nafsu-nafsu membuat manusia tersebut dipisahkan dari yang bersifat bathil sehingga mendatangkan terang (terbit fajar).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat Al Fathir (Yang Menjadikan).
2. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
3. Surat Al Humazah (Pengumpat).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat Al Fathir (Yang Menjadikan).
2. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
3. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat An Nuur (Cahaya).
2. Surat Al Fathir (Yang Menjadikan).
3. Surat Al Naas (Manusia).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat Ar Rakhman (Pemurah).
2. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
3. Surat Al Ashr (Waktu).
Artinya : Sifat pemurah turun dengan angin yang mencerai-beraikan karena sudah waktu.

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Al Fat-h (Kemenangan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
Artinya : Kemenangan atas hal-hal yang terselubung.

7.11 Koleksi Pusaka.

Pusaka dengan Pamor Naga dan Kijang dayanya adalah untuk mengolah suara agar mempunyai getaran dan dapat masuk ke hati orang tersebut. Kijang pengolahan cakra tenggorokan.
Naga adalah Nur Ghaib.

Pusaka dengan Pamor Buntel Mayit dayanya adalah untuk manghalau/menundukkan orang yang berangasan atau mengamuk.
Bapak ada pusaka keris Buntel Mayit yang dayanya akan membuat ngantuk.

Pusaka Tombak Mangkang Jagad dengan ciri bolong di tengah memanjang, dayanya untuk menarik getaran yang sifatnya jelek/negatif kemudian dikumpulkan ditengah lubang lalu dinaikkan / divertikalkan.

Pamor : titik-titik.
Dapur : Karno Tanding.
Luk : Lurus.
Dayanya :
– Dapat menggerakkan atom-atom yang ada di alam.
– Dapat melepaskan konsentrasi orang.

Pamor : Kecubung Kasihan.
Daya : Agar tidak dibenci orang.
Luk : 5 (utusan).

Pamor : Talang Emas.
Daya : Rezeki.
Luk : Lurus.
Pusaka Talang Emas dayanya secara metafisis adalah kontak dengan atas yang sifatnya emas.

Pamor : Lanang Nek Ono Perkoro.
Dayanya :
– Menyelesaikan suatu perkara/masalah.
– Mengusir segala mahluk halus (setan).
– Apabila ada tanah yang angker, pusaka ditancapkan ke tanah 5 menit.

Pamor : Untu Walang.
Daya : (vertikal).
Berwibawa dan mendapatkan acc dari orang lain.
Angkanya : 9 (wali).
Luk : Lurus (tidak ada).

Tombak Wijaya Kusuma.
“Siapa yang kuat ketempatan, maka akan mendapatkan pengayoman dan pinayungan”, tombak ini khusus untuk pimpinan.

Pusaka dengan Pamor Nogo Kebalik dan Burung yang mengarah kebawah.
Dayanya untuk membalikkan dan melepaskan sesuatu yang asalnya dari nafsu.

Pusaka yang bisa menghilangkan Tenung Apes pamornya Gambar Sunyo, pamor ini termasuk pamor inti.
Gambar Sunyo lambang orang yang sepi / sunyo ing gegambare yaitu orang yang sudah mati nafsu darah dan nafsu dagingnya (sudah mendapat Kebangkitan Kristus).

Pusaka Beliau Sunan Rahmat, dayanya bila ilmu yang asalnya bukan dari kitab suci dan menambah bid’ah-bid’ah dari kitab suci maka orang tersebut akan terkena.

Keris Tribuwana Tungga Dewi luk 5.

Pusaka bergambar 2 Nogo dengan 15 Lubang, di bawah 2 nogo ada 1
Nogo Horizontal.
Lubang = Huriping Nur = Hidupnya Cakra 4.
Naga Horizontal = Dayanya masuk ke dalam tubuh manusia.
Surat yang ditunjuk : Al Israa’.

Pusaka bergambar 2 Harimau, di tengah ada Kijang dan Matahari.
Surat yang ditunjuk :
1. Al Fajr.
2. Al Faathir.
3. Al Ghaasiyaah.

Pusaka bergambar Padi, di bawahnya ada Burung Hong.
Dayanya : Siapa yang lurus di jalan Allah maka akan mendapatkan pinayungan dan rejeki.

Pusaka bergambar Nogo dengan buntut dua.
Dayanya Cakra 13 dan Cakra 4 bergabung keluar dengan daya spiral.

Pusaka Pamor Putri Kinurung (Putri yang dikurung).
Gambarnya bulat-bulat didalamnya ada titik.
Dayanya :
– Daya tarik (karena sebab putrinya).
– Mendapatkan roso yang tajam (karena dikurung).
Membuka cakra XIII (jantung) sehingga mempunyai cahaya yang menyinari seluruh tubuh menjadi bercahaya sehingga orang lain akan memperhatikan kita.
Cahaya yang berasal dari jantung (cakra XIII) meliputi seluruh badan dayanya bila bertemu orang akan menjadi damai.

Pusaka Riwader.
Dayanya bila ilmunya tidak dijalan Allah, maka akan terkena “duri”.
Ri : Duri , Wader : Ikan sawah.

Pusaka Ron Pakis (Putri Malu).
Dayanya pembersih dari daya yang negatif bila ada daya yang keterlaluan maka isi dari pusaka tersebut akan keluar berbentuk orang tua.

Pusaka Rojo Sulaiman.
Pamornya anti santet, wirid, menghadirkan roh menggerakkan tenaga dalam dengan lambang Scorpio.
Bisa jadi tetumbale loro.
Yang ketempatan akan sugih / kaya seperti nabi Sulaiman.

Pusaka Nogo …
Dayanya keluar dari pundak, bawah ketiak dan daerah Nakula Sadewa.

Pusaka 3 Burung Dewata.
Jika orang ketempatan pusaka yang ada 3 burung dewata maka orang itu memiliki daya cipta dadi/sabdo dadi dan semua permohonannya kesampaian (banyak orang yang mencari pusaka ini).

Pusaka laki-laki penggerak seluruh gaib di Indonesia.
Ujungnya pecah dua, kedua ujungnya menggambarkan cakra IV dan dhatullah, daya tersebut menggambarkan permohonan turunnya mu’jizat Allah (jarang orang yang kuat untuk menerima daya mu’juzat untuk yang kedua kalinya).
Syarat : Membawakan cinta kasih terhadap sesama dan tidak ada pamrih bagi si pemegang pusaka tersebut.
Pusaka Laki-laki bisa kontak dengan Ki Anta.
Pusaka Laki-laki di ujung yang pecah dua, jika di beri darah kambing dan berkonsentrasi pada orang atau foto orang tersebut maka bisa berakibat orang tersebut muntah darah.

Tombak Orang Tua.
Tombak Orang Tua bisa menggerakkan keramat-keramat dan dapat diarahkan ke orang atau rumah orang.

Pusaka Perempuan.
Pusaka Perempuan untuk menarik orang dan rezeki.

Tombak ukir luk 3.
Dayanya menggerakkan kundalini untuk mendapatkan Payung Allah.
Dayanya Marifat pada :
1. Kebenaran.
2. Kelurusan.
3. Keadilan.

Tombak Ornamen.
Ornamen tombak : Dua orang memakai sayap seperti Kresna diatas mahluk bersayap di atas ada orang dengan rambut luk 3 posisi Semar dengan kundalininya.
Mengolah khusus dengan kundalini untuk dapat menggerakkan Payung Allah.
Pusaka Tombak luk 3 dayanya :
1. Marifat pada kebenaran.
2. Marifat pada kelurusan.
3. Marifat pada keadilan.

Pusaka Nogo Balik.
Pusaka Nogo Balik dayanya bisa menggerakkan pusaka-pusaka lain untuk mengudara dan mengeluarkan daya yang paling tinggi.

Leluhur menjadikan alam sebagai pamor pada keris dengan mempelajari alam dan menemukan adanya keistimewaan dari alam (misalnya : semangka, kenongo).

Pamor Keris :
– Keris pamor Rambut Daradah gambarnya garis yang terputus-putus, dayanya jika ada orang berpikir negatif maka dia akan bingung sendiri.
Keris pamor Rambut Daradah bisa untuk menarik (memelet) orang yang disuka tetapi jangan dipakai untuk negatif karena orangnya bisa menjadi gila.
Rambut adanya di kepala, hubungannya dengan pikiran maka Rambut Daradah dayanya membuat orang kepikiran terus.
– Keris pamor Kulit Semangka dayanya prana bumi dan udara.
Keris pamor Kulit Semangka dayanya jika dalam keadaan bahaya maka orangnya tidak akan kelihatan oleh orang yang berniat jahat (dicari tidak ketemu).
Jika keris ini dihunus dan diarahkan ke atas maka dalam mimpinya orang akan diberi petunjuk apa yang yang ditanyakan / ingin diketahui.
Kulit Semangka dijadikan pamor oleh leluhur kita karena tumbuhan semangka ada keistimewaannya yaitu :
* Jika semua ujung daun tumbuhan semangka yang merambat dibalikkan maka orang yang ingin mencuri buah semangka akan kebingungan (dicari buahnya tidak ketemu) sehingga tidak bisa mencuri.
* Jika ujung daun tumbuhan semangka yang merambat diarahkan ke atas maka akan menjadi bunga / buah.
Dari keistimewaan inilah daya keris pamor Kulit Semangka dilambangkan.
– Pamor Putri Duyung dayanya untuk menarik perhatian orang dan bila ada yang ingin berbuat jahat maka akan bingung.
– Pamor Junjung Derajat dayanya mengangkat manusia kehadapan Tuhan.
Gambar Pamor Junjung Derajat
– Pamor Pucuk Gunung (^) dayanya mengangkat cita-cita.
– Pamor Biji Ketimun maksudnya mengolah manusia di dalam menaikkan cita-cita.
– Pamor Bonang Rinenteng untuk mencapai agar supaya acc biasanya untuk para pejabat.
Bonang = seperti kunang-kunang yang bersinar.
– Pamor Untu Walang Pucuk Gunung dayanya bila wejang dan mengangkat cita-cita.
– Pamor Wos Wutah (Beras Tumpah) dayanya untuk menarik perhatian orang dan bisa dipakai untuk menarik orang yang tidak mau datang kepada kita.
– Pamor Pudak Setegal dayanya untuk petanian.
– Pamor Udan Mas.
Udan = Hujan : Titik-titik = lambang atom-atom hidup yang ada di atmosfir. Mas = Emas : Sifat emas = kelurusan.
Udan Mas : Dayanya diharapkan agar terjaga kelurusannya sehingga rezeki dapat terbuka.
Pamor Udan Mas ada bulatan-bulatan berupa titik (lambang : atom).
– Pamor Melati : menambah kewibawaan di dalam berucap.
– Pamor Melati Rinonce / Tumpuk : lambang hiasan rambut wanita, dayanya daya tarik.
– Pamor Melati Sumebar / Sinebar : lambang peristiwa sakral seperti perkimpoian.
– Pamor Batu Lapak dipakai untuk bisnis.
– Keris pamor Ron Kenduru dayanya untuk anti magic atau pengobatan.
– Pamor Ron Pakis (Putri Malu): dayanya pembersih dari daya yang negatif bila ada daya yang keterlaluan maka isi dari pusaka tersebut akan keluar berbentuk orang tua.
– Pamor Riwader : dayanya bila ilmunya tidak dijalan Allah, maka akan terkena “duri”.
Ri : Duri , Wader : Ikan sawah.
– Pamor Buntel Mayit dayanya adalah untuk manghalau / menundukkan orang yang berangasan atau mengamuk.
– Pamor Kendil Gumantung (Kendil digantung) dayanya bisa untuk menyembuhkan orang yang dibalik pikirannya (misalnya : dengan dibacakan Qulhu Sungsang).
Caranya dengan diberi kembang, didiamkan semalaman kemudian kembangnya diambil dan diberi air, airnya dipakai untuk membasuh muka dan kepala.
– Pamor Blarak Sineret
– Pamor Blarak Sinangun
Blarak Sinangun adalah blarak yang dipuntir-puntir.
– Pamor Gambar Sunyo dayanya untuk menghilangkan Tenung Apes.
– Pamor Ikar dayanya orang 1 bisa terlihat ada 10.
– Pamor Pakar (orang yang ahli) dayanya Sepiro musuhe kekes kabeh
(Sebanyak dan sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).
– Pamor Kendit Mimang (Akar Mimang) dayanya orang yang berniat
jahat akan bi-ngung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk menangkal daya negatif.

Ornamen Keris :
– Ornamen Nogo kimpoi artinya kimpoi dalam ilmu / acc.
– Ornamen Nogo Temanten dayanya menciptakan suasana persis dengan suasana per-kimpoian.
– Ornamen Nogo Sungsang dayanya untuk melepaskan / membalikkan konsentrasi dan untuk menolak bala.
– Ornamen Nogo Wiseso gambarnya Naga dibawah ada orang semedi dayanya untuk permohonan.
– Ornamen Nogo Wengkon dayanya apa yang diucapkan tidak bisa ditembus oleh orang lain.
– Ornamen Pandawa Limo dayanya untuk nafsu daging yang terlepas.
– Ornamen Putri Duyung sifatnya menenangkan dan mengolah Atman.
– Gambar Sigar Penjalin (Rotan Terbelah : (| sebelah melengkung,
sebelah lagi datar) dayanya bisa untuk menggarisbawahi
(menyudahi) suatu masalah yang turun-temurun dalam keluarga.
Pusaka Sigar Penjalin bisa untuk membubarkan demonstrasi (orang akan lemas).
Keris Sigar Penjalin yang kecil disimpan di kantong, dibawa kemana-mana maka orangnya akan aman (tidak ada yang mengganggu).
Sigar Penjalin ini merupakan satu-satunya tanaman yang gampang dibangun (karena mudah ditekuk).
Untuk pusaka ini sebaiknya dicari Pandan Alas yaitu pandan yang tumbuh di dalam Hutan. Umumnya pandan tidak tumbuh di hutan, jika ada pandan tumbuh di hutan berarti ada yang menanam, ada orang yang pernah tinggal di hutan itu.
– Gambar seperti orang yang memegang ular dayanya Olo Biso Becik Biso (jahat bisa baik bisa) tetapi ada sambatan, masih kalah dengan pusaka Tosan Melik yang tanpa sambatan.

Trisulo Wendo.
Pusaka Trisulo Wendo :
1. Sisi kiri : Utang Bondo Nyaur Bondo.
2. Sisi kanan : Utang Nyowo Nyaur Nyowo.
3. Sisi tengah : Kang Ngadep Aken Wong Kang Mbegig Engkang Moho Kuoso.
Wendo = Wenang ing Dhat (Kuasa dalam Atom Allah). = Ilmu.
Jika seseorang kedatangan keris Trisulo Wendo artinya orang tersebut telah mempunyai daya yang ada di dalam pusaka Trisulo Wendo.
Jika seseorang kedatangan tombak Trisulo Wendo artinya orang itu telah menguasai udara.

Pamor pusaka bergambar buaya dengan ekor melengkung yang diatas ekornya ada gambar padi, maka dayanya untuk menarik rezeki.
Bila gambar buaya dengan ekor lurus dayanya untuk melepas konsentrasi dan mengolah kundalini.

Pusaka Gaibul Guyub.
Pusaka Gaibul Guyub adalah pusaka pengayom yang sifatnya luas dan menggerakkan gaib-gaib untuk bersatu. Pusaka ini adalah pusaka pegangannya Ratu, dimana orang yang ketempatan pusaka ini harus “Kanti Wahyu”, bila dalam kondisi perang pusaka ini dapat memberi keteguhan.
Gaibul Guyub = Gaib Kabul Guyub.
Guyub = Bersatu.
Pusaka ini adalah pegangan Prabu Surya Kencana.
Surya = Matahari, Kencana = Cahaya Keemasan.
Dapurnya lurus tanpa luk.

Pusaka Nogo Kerawang. Ada gambar naga yang dipinggir besinya ada lubang-lubang. Cahayanya merah delima yang merupakan kekuatan dan menghilangkan penyakit.
Kerawang = berlubang.

Pusaka Nogo dengan 3 lubang di kiri dan kanan dayanya mengolah pada 6 bidang ma’rifat.

Pusaka keris luk 35 bisa mengolah manusia supaya tidak kelihatan oleh musuh.

Pusaka luk 9 dayanya Marifat pada :
1. Sains and wisdoms.
2. Kebenaran.
3. Jujur dan setia pada perkimpoian.

Pusaka Jatayu Kipas berarti :
Jatayu = Jagad Toto Tur Ayu = Dunia itu teratur dan indah.
Kipas = meluas (skope jagad).
Dayanya : orang yang merusak jagad akan terkena akibatnya.

Pusaka Sekar Sedayu : menegakkan keadilan, kebenaran dan kelurusan.

Kyai Kanjeng Sedayu berarti Sejatine Podo (Marcopodo) Ayu = Dunia Sejati itu Indah.

Pusaka 4 sisi untuk meluhurkan 4 nafsu.

Pusaka 4 sisi luk 13 dayanya pada 4 sisi menaikkan nafsu-nafsu :
– Nafsu syahwat.
– Nafsu kepentingan pribadi.
– Nafsu keinginan memiliki segala-galanya.
– Nafsu kesenangan hura-hura.

Kanjeng Kyai Sumelang Gandring mengolah manusia kepada Karunia Rohul Kudus Kuasa (Kuasa Mukjizat = Kode 001) dan menghubungkan dengan leluhur.

Pusaka pamor 3 blok dengan benang tunggal dapur lurus dayanya hanya satu yaitu Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwating Diyu (menggerakkan Atman menyentuh Brahman turun mewujud (Kuasa Mukjizat).

Pusaka pamor pohon pisang dengan buahnya setandan, di atasnya ada bulatan-bulatan.
Ada pusaka pamor pohon pisang dengan buahnya setandan, di atasnya ada bulatan-bulatan artinya :
– Pohon pisang ada tandannya sifatnya banyak, lambang satu keturunan.
– Bulatan-bulatan artinya sudah berwujud, sifat molekul, dayanya Kun Faya Kun. Berarti daya pusaka adalah mengolah orang bisa menyabda satu keturunan.
Lambang pohon yang dipakai adalah pisang bukan korma karena pohon korma tandannya banyak tidak seperti pohon pisang, hanya satu.
Pohon adalah lambang orang tua, tandan buah adalah lambang keturunan.
Tidak gampang menjadi pohon (orang tua) karena keturunan (setandan) akan mendapatkan akibat perbuatan orang tua.
Pamor titik-titik berarti atom-atom, pamor bulatan-bulatan (besar) berarti molekul.
Jika atom-atom sudah mempunyai sifat maka ia sudah menjadi molekul.
Dalam Surat Adz Dzaariyaat ada 2 malaikat (lambang : proton dan neutron) dan angin yang mencerai-beraikan (lambang : elektron) maka terjadi molekul (ada sifat) sehingga mewujud berupa mukjizat (daya : Kun Fa Yakuun).

Melati : Keindahan yang Tuhan berikan melalui lidah (ucapan).
Bila itu ada pada keris yaitu menambah kewibawaan di dalam berucap.
Pamor Melati Rinonce / Tumpuk : lambang hiasan rambut wanita, dayanya daya tarik.
Pamor Melati Sumebar / Sinebar : lambang peristiwa sakral seperti perkimpoian.
Keris yang pamornya di pangkalnya ada seperti Batu Lapak dan di atasnya ada Melati Rinonce dipakai untuk bisnis supaya mendapat relasi
yang banyak.

Keris pamor Banyu Mili dapur Pitrang dipakai untuk melindungi relasi-relasi agar tidak direbut orang lain.

Pusaka Nogo Tumpuk dayanya :
– 2 Nogo : Yang satu membawakan keindahan Tuhan, yang satu lagi membawakan kemuliaan dunia.
– Tumpuk : 2 sifat Nur yang saling mengisi satu sama lain.

Pusaka Luk 9 untuk kontak dengan Beliau Wali ke X.

Pusaka Luk 17 dengan gambar 2 harimau menjaga di kiri dan kanan untuk kontak dengan Beliau-Beliau Leluhur yang sudah di sisi Allah dan Beliau Sabdo Palon Noyo Genggong. Doanya adalah sebagai berikut :
Asal tanah bali menyang tanah. (Asal tanah kembali ke tanah)
Asal angin bali menyang angin. (Asal angin kembali ke angin)
Asal geni bali menyang geni. (Asal api kembali ke api)
Asal banyu bali menyang banyu. (Asal air kembali ke air)
Niat ingsun ketemu leluhur. (Niat saya bertemu leluhur)

Pusaka luk 11 Batara Wisnu.
Secara ilmiah Batara Wisnu mengolah manusia untuk mencapai tingkatan dapat menggunakan zat mutlak Allah

Pusaka Luk 15 untuk mengolah manusia supaya dapat menerima Erlangga (Raja titisan Wisnu).
Jika kuat menerima / ketempatan pusaka Erlangga Wisnu maka akan mendatangkan kesejahteraan, keselamatan.

Pusaka Sempono Aji (putih) buatannya tidak menunjuk suatu daerah namun langsung dari atas (Tiban) dibawa oleh Malaikat dan jatuhnya di daerah Alas Ketonggo.
Dayanya : Sang Hyang Nurcahyo – Podo Wenang – Ismoyo (Alam maya).

Pusaka Panglima bergambar Kuda Terbang / Bersayap berwajah manusia.

Pusaka bergambar 3 leluhur dayanya adalah yang menguasai manusia sampai 3 leluhur di atasnya (sampai mbah buyutnya).

Pusaka Nogo Tarung (2 naga berhadapan) untuk mengatasi orang-orang yang berilmu / untuk membalikkan santet.

Pusaka Kertoyudo dayanya : diolah untuk menjadi hidup mandiri.
Kerta = Sejahtera, Yudo = Perjuangan, Kertoyudo = Jer Basuki Mawa Bea.

Pusaka luk 35 dayanya bisa mengolah supaya manusia tidak kelihatan oleh musuh.

Pusaka Joko Sesuruh dengan luk 12 ada bekas pejetan jari (artinya :
Aku Ono) adalah keris tiban dari Selatan yang diterima Beliau sewaktu bertapa di Majapahit.

Ada pusaka dengan ornamen Pandawa Lima lengkap dengan Ponokawannya.

Pusaka dengan ornamen deretan tonjolan (seperti kulit buah petai) berselang-selinng pada kedua sisi dayanya adalah untuk peperangan (Gelar Sepapan).

Tombak Damar Murub luk 3 untuk membuka / menghidupkan Cakra 13 (Jantung).
Damar = pelita, Murub = menyala / hidup, Damar Murub = Hidupnya Pelita.
Pelita Tuhan = Cakra 13.

Pusaka dengan ornamen rumpun bambu dimana Ros ketemu Ros dayanya untuk Taliroso ketemu Taliroso.

Pusaka luk 9 buatan Sunan Rahmat di jaman Raden Patah dayanya menurut buku keris adalah : Ngaling-ngalingi wong satus negoro (Menghalangi orang dari seratus negara), akan memberikan sakinah / kesejahteraan (lambangnya : bunga teratai), rakyat, pimpinan.
Luk 9 berarti ilmu Wali Songo (ilmu 999 = ilmu Tuhan).

Pusaka Islam gandengannya adalah pusaka La Haula Walla Quwatta Illa Billah.

Golok / Pedang berasal dari Mentaok (daerah Magelang di Jawa Tengah) ada 3 buah bersifat
mengolah prana.

Pusaka Yudo Gati : Yudo = perang, Gati = kasih sayang, Yudo Gati = perang kasih sayang.

Ada pusaka yang mengolah manusia untuk dapat membuat 9 bayangan dari tubuhnya dengan cara melepas zat-zat pemberian Allah di dalam tubuhnya.
Pamor pusaka ini tidak ada namanya di buku keris.
Pamor 9 bayangan ini beda dengan pamor Ikar.
Pamor Ikar mengolah manusia supaya dalam keadaan bahaya maka 1 orang bisa terlihat 10 (karena dibantu oleh Roh Penjaga Alam) syaratnya Wonge Kudu Resik (Kudu sabar, kudu wani ngalah) sehingga tampak oleh Roh Penjaga Alam sebagai manusia yang mempunyai cahaya putih dan karena itu wajib dibantu jika dalam keadaan bahaya.

Pamor Ikar termasuk pamor inti.
Pusaka pamor 9 bayangan ini dapat mengolah manusia untuk melepas 9 bayangan :
1. Bayu lepas dari badan orang yang jiwanya masih belum puas terhadap ilmu –> Mayonggo Seto.
2. Bayu lepas dari badan orang yang jiwanya masih belum puas terhadap dunia –> Mayonggo Kresno.
3. Etheric Double lepas –> bisa wujud lengkap dengan pakaian tetapi tidak bisa (diajak) berbicara.
4. Badan Astral dengan Kulit Ari –> Bisa wujud, tetapi tidak bisa (diajak) berbicara.
5. Suksma dengan Badan Astral dengan Kulit Ari –> Bisa wujud dan bisa (diajak) berbicara.
6. Suksma dibungkus dengan Badan Suksma –> sama dengan Malaikat Pemberi Spirit.
7. Roh + Kundalini –> Israa’.
8. Roh + Kundalini + Dhat –> Mi’raj.
9. Roh + Kundalini + Kriyasakti + Dhat + Nur –> Atman .
syaratnya : Rogone Wis Pono (badannya sudah lepas / bebas).

Pusaka Setan Kober artinya Setan Tan Kober : setan tidak bisa /sempat mengganggu.

Pusaka Banjaran Sari berasal dari daerah Cianjur.

Ada pusaka dengan ornamen 3 pancuran (seperti 3 sumbu singkong).

Ada pusaka dengan daya : siapa yang benar akan berkumpul dan siapa yang salah akan berpisah.

Ada pusaka dengan ornamen Nogo Jatayu (Nur Gaib Jagad Toto tur Ayu).

Pusaka Brojomusti adalah keris dengan luk … dimana keris itu mengolah orang untuk punya daya seperti daya ajian Brojomusti dengan laku seperti Werkudoro dan Gatotkoco.
Brojomusti adalah ajian yang jika dimiliki oleh seseorang dan orang itu memukul maka akan berakibat kepala pecah dan mati. Dalam pewayangan ajian ini dipegang oleh Werkudoro dan Gatotkoco.

Pusaka yang rupanya halus, hitam, pamornya sederhana tetapi warangkanya dari kayu Tumongo Asli merupakan pusaka Sepuh.
Pusaka ini dari jaman Majapahit buatan salah satu dari Wali Songo Majapahit dan dibuat di Alas Purwo.
Pusaka Sepuh ini hubungan gaibnya dengan Dieng dan Muria, mengolah hidupnya Honocoroko Dhotosowolo Podojoyonyo Mogobothongo pada badan  manusia (mengolah Dhat Allah) –> Hamung Semar Kang Biso Ngangkat (hanya Pelita Tuhan yang bisa mengangkat manusia dari kegelapan).
Dayanya adalah daya Karunia Rohul Kudus Kuasa yaitu Kuasa Iman, Kuasa Menyembuh-kan : Orang dan Keadaan yang sakit, Kuasa Mukjizat.
Dalam pengecekan dayanya pusaka ini selalu menunjuk Kode Salib lambang dari Matinya Nafsu Daging dan Matinya Nafsu Darah supaya Cahaya Illahi dalam manusia bangkit (Alfa dan Omega).
Pusaka ini baik untuk menemukan sesuatu (misalnya : mendapatkan ilham).
Keris ini tidak bisa dipakai untuk bisnis karena gerak Dhat sering berlawanan dengan akal / ratio.
Keris ini walaupun rupanya sederhana tetapi dayanya sangat ampuh, sesuai dengan pepatah Belanda : Di dalam kesederhanaan terdapat yang sejati (Yang sejati itu justru adanya di dlaam kesederhanaan).

Pusaka-pusaka khusus :
– Tombak Naga Bersayap.
– Keris Manglar Mongo Luk 13.
– Keris Al A’laa Luk 9.
– Tombak Orang dengan rambut ke atas Luk 9.
– Keris Laki-laki : dapat dipakai untuk mengkonsentrasi orang.
– Keris Perempuan : menarik orang dan rezeki.
– Tombak Luk 11.
– Keris Payung.
– Keris Luk 15.
– Tombak Padi : untuk kesejahteran.
– Pusaka 2 ******* memakai tongkat dan payung.
– Tombak Kundalini : pengolahan marifatullah.
– Keris Wisnu Naik Garuda dan Ganesha.
– Keris Luk 7.
– Keris Luk 5 aneh.
– Keris Luk 9.
– Keris Luk 35 : Kontak dengan Jambe Pitu, Serandil.
Dayanya : Rohul Kudus Kuasa.
3 = Daya Allah, Muhammad, Rasulullah.
5 = Manusia Utusan, manusia yang diberi kuasa oleh Allah.
– Keris Luk 5 : enegi Allah.
– Keris Luk 13 : untuk menaikkan daya-daya dari daerah Serandil.

Pusaka-pusaka yang sifatnya kenegaraan :
– Pusaka Pamor Para Leluhur.
– Pusaka Pamor Jatayu.
– Pusaka Luk 25.
– Pusaka Riwader.
– Pusaka 3 Burung Dewata.
– Pusaka Luk 17.
– Tombak Karno Tanding.
– Tombak Kerakyatan Luk 3.

Set Pusaka milik Bapak Parwoto untuk kebaikan umat.

Set / pasangan pusaka yang pernah diudarakan (untuk kebaikan manusia) adalah :

- Tanggal : 31-10-1997.
1. Pusaka Hutang nyawa bayar nyawa, hutang harta bayar harta.
2. Pusaka Trisulo Wendo.
3. Pusaka yang menaikkan / meluruskan ilmu yang tidak benar.
– Tanggal : 13-03-1998.
1. Pusaka Sangkelat.
2. Pusaka Condong Campur.
3. Pusaka Tribuana Tungga Dewi (Luk5).
– Tanggal : 17-04-1998.
1. Pusaka Jawa Barat (Gunung Gede) : Prabu Siliwangi.
2. Pusaka Beliau Yang Menguasai Bumi Nuswantoro.
3. Pusaka Gunung Lawu : Sunan Lawu.
– Tanggal : 08-05-1998.
1. Pusaka Sangkelat.
2. Pusaka Condong Campur.
3. Pusaka Putri Kinurung.
– Tanggal : 15-05-1998.
1. Pusaka Kerangka Hitam.
2. Pusaka Ghaibul Guyub.
3. Pusaka Sangkelat.
4. Pusaka yang membuat dari badan mengeluarkan pancaran sinar.
5. Pusaka Condong Campur.
– Tanggal : 29-05-1998.
1. Pusaka yang memberi kesejahteraan bagi orang-orang yang berani mematikan nafsu daging.
2. Pusaka science and wisdom (wahyu yang diterima oleh Nabi Sulaiman).
3. Pusaka yang mendayagunakan Atman untuk membuka belenggu dari ikatan ilmu duniawi dan duniawinya supaya orang sadar untuk menjadi wise.
– Tanggal : 28-08-1998.
1. Pusaka Putri Duyung (yang menenangkan).
2. Pusaka yang mengolah Atman.

- Tanggal : 11-09-1998.
1. Pusaka Ghaibul Guyub (Surya Kencana).
2. Pusaka Al A’laa.
3. Pusaka 3 Bidang Makrifat.
– Tanggal : 09-10-1998.
1. Pusaka Nogo Padi (Kemakmuran).
2. Pusaka Sunan Rahmat.
3. Pusaka Putri (Dewi Sekar Taji?).
4. Pusaka Leluhur Tiongkok.
– Tanggal : 16-10-1998 : Mekarnya Wahyu Mataram sudah berganti.
1. Pusaka Tombak yang menyirep semua daya.
2. Pusaka yang menutup (membentengi) jalan-jalan yang ada di
badan kita yang dapat dimasuki oleh daya konsentrasi (tempat
yang lemah).
3. Pusaka Wahyu itu sendiri : Sekar Lampir.
4. Pusaka yang menarik Wahyu.
– Tanggal : 23-10-1998.
1. Pusaka Keris Trisulo Wendo.
2. Pusaka Keris Luk 25.
3. Pusaka Ri Wader.
– Tanggal : 30-10-1998.
1. Pusaka Kerajaan Allah.
2. Pusaka Cahaya Cinta Kasih.
3. Pusaka …
– Tanggal : 06-11-1998.
1. Pusaka Rojo Sulaiman.
2. Pusaka Ron Kenduru.
3. Pusaka Putri Duyung.
– Tanggal : 04-12-1998.
1. Pusaka Wahyu Raja : Sabdo Pandito Ratu (Kun Fa Yakuun).
2. Pusaka Batoro Wisnu.
3. Pusaka yang mengolah orang menjadi berjiwa satria Pandawa.
– Tanggal : 08-01-1999.
1. Pusaka 3 Burung Dewata.
2. Pusaka Aumyang Majapahit.
3. Pusaka Nogo Tumpuk.
– Tanggal : 12-02-1999.
1. Pusaka Ron Kenduru.
2. Pusaka Rojo Sulaiman.
3. Pusaka Karno Tanding.
– Tanggal : 21-02-1999.
1. Pusaka Tombak Luk 3 Nogo Sungsang.
2. Pusaka Luk 13 (Gunung Lawu dan Serandil).
3. Pusaka Lurus (Gunung Lawu, Selatan dan Serandil).
– Tanggal : 18-06-1999.
1. Pusaka 2 Harimau di tengah ada Kijang dan Matahari.
2. Pusaka Padi di bawahnya ada Burung Hong.
3. Pusaka 2 Nogo ada 15 Lubang di bawah 2 Nogo ada Nogo
Horizontal (Pusaka Al Israa’).
– Tanggal : 16-07-1999.
1. Pusaka Pamor Para Leluhur.
2. Pusaka Pamor Jatayu.
3. Pusaka Luk 25.
4. Pusaka Riwader.
5. Pusaka 3 Burung Dewata.
6. Pusaka Luk 17.
7. Tombak Karno Tanding.
8. Tombak Kerakyatan Luk 3.
– Tanggal : 03-08-1999.
1. Pusaka Luk 9 : Beliau yang ke X.
2. Pusaka Luk 17 : Sabdo Palon Noyo Genggong.
3. Pusaka Panglima (Kuda Terbang).
– Tanggal : 27-08-1999.
Pusaka Luk 15 Erlangga Wisnu.
Lainnya sebagai pelengkap.

Batu-batuan :
– Batu mulia Yasmin adalah batu permata, cahayanya putih kehijau-hijauan.
– Ada batu cincin yang didalamnya ada gambar bintang-bintang.
– Ada cincin (dengan batunya) yang berasal dari Gunung Jati, didapat dari il-ham : asalnya dari binatang yang begitu ditangkap berubah menjadi batu.

Semoga bisa menambah wawasan kita semua..

PUASA WETON LAHIR

5 Agustus 2012

Berpuasa dan bertapa, adalah dua hal yang tidak asing dalam budaya Jawa Kejawen. Bahkan puasa termasuk salah satu ‘menu pokok’ bagi para penganut Kejawen dalam menjalani laku batinnya.

Bagi penganut ajaran Kejawen, puasa bukanlah sekedar perpindahan jam makan dan minum atau sebuah mekanisme untuk mengejar pahala semata, namun puasa adalah merupakan tahapan dalam proses pembersihan diri serta merupakan satu satunya cara untuk mengistirahatkan mekanisme pencernaan dalam tubuh manusia.

Sistem pencernaan ini senantiasa berjalan terus tanpa pernah beristirahat. Mulai dari mengunyah makanan, hingga masuk dan diolah dalam lambung dan seterusnya, hingga manusia tidur dan bangun kembali dari tidurnya, proses ini berjalan terus tanpa henti. Sistem yang satu ini juga butuh istirahat, dan itu dapat terpenuhi jika kita berpuasa.

Ketika berpuasa, sistem pencernaan kita beristirahat. Dan sebagai akibat dari proses tersebut, organ-organ tubuh yang lainnya pun jadi ikut berpuasa. Hal ini bisa terjadi, mengingat makanan yang merupakan sumber energi serta bahan baku bagi proses pergantian sel-sel yang telah rusak dalam organ tubuh kita jadi tertunda untuk sementara waktu.

Puasapun juga bukan hanya berbicara tentang makan minum saja, namun semestinya juga diimbangi dengan berpuasanya pikiran dan hati kita, sehingga, disamping dengan berpuasa tersebut tubuh bisa beristirahat, juga hati dan pikiran kita bisa jauh lebih jernih. Puasa adalah pengendalian diri. Pengendalian diri akan keinginan-keinginan kita, pikiran-pikiran kita, perasaan-perasaan kita, pembersihan dari ‘setan-setan’ yang bercokol dalam diri kita sendiri. Jadi ketika kita masih memiliki pemahaman bahwa ada ‘setan-setan’ di luar diri kita yang menggoda/mengganggu proses puasa kita, kita justru telah lupa akan esensi dari puasa itu sendiri.

Berpuasalah dengan kesadaran, tanpa kesadaran, puasa kita tidak banyak membantu. Tanpa kesadaran, yang akan terjadi adalah seperti yang sering kita saksikan selama ini. Yaitu, kita masih belum bisa menerima jika ada orang yang di luar kita yang tidak berpuasa, kita tidak bisa menerima/atau merasa tergoda jika melihat warung makan tidak tutup sementara kita tengah berpuasa hingga kita merasa harus memaksa mereka untuk menutup warungnya selama kita berpuasa, dan lain sebagainya. Dengan begitu, berarti kita justru masih ‘memelihara setan’ tersebut bercokol dalam diri kita. Kita takut tidak bisa mengendalikan diri, sehingga kita merasa perlu untuk menyuruh orang-orang di sekeliling kita agar tidak makan minum di hadapan kita, tidak membuka warung makannya di saat kita tengah berpuasa dan lain sebagainya. Dan itu juga berarti kita telah gagal dalam mengendalikan diri kita.

Bersihkan dulu diri kita dari hal-hal tersebut, itu yang akan menyelamatkan kita. Membebaskan kita dari cengkeraman dan pengaruh ‘setan’ tersebut.

Sesungguhnya dengan berpuasa itu, kita justru tengah memberikan ‘makanan’ bagi batin kita. Batin kitapun juga perlu ‘makanan’, hanya saja berbeda dengan makanan yang dikunyah oleh mulut kita selama ini. Dengan berpuasa, ‘sistem pencernaan’ dalam batin kita jadi bekerja. Dengan batin memperoleh makanannya, batin akan memperoleh energi untuk keperluan batin tersebut. Batin jadi bersih dan tercerahkan. Sama halnya dengan ketika kita puasa berbicara. Ketika kita puasa berbicara, sesungguhnya kita tengah membiarkan telinga ini untuk ‘mengkonsumsi dengan baik’ makanannya. Apa yang kita dengar, itulah ‘makanan’ bagi telinga kita. Dengan puasa berbicara, apa yang kita dengar tersebut akan ‘dicerna dengan baik’ oleh otak kita, pikiran kita. Oleh karenanya, biasanya seorang pendengar yang baik adalah pembicara yang baik pula. Sebaliknya, seorang yang terlalu banyak bicara, biasanya juga bukan seorang pendengar yang baik.

Dengan berpuasa dalam kesadaran seperti itu, akan semakin memudahkan proses samadhi kita. Hati dan pikiran yang  bersih, menunjang proses samadhi kita dan kita akan jauh lebih mudah lagi untuk menapaki tahapan dalam bersamadhi.

Berikut ini adalah beberapa jenis puasa dalam Kejawen ;

1. Puasa Mutih.

Puasa ini adalah puasa dimana kita hanya di perbolehkan untuk makan nasi putih dan minum air putih saja. Jam makan sama seperti biasa, hanya saja kita makan nasi putih serta minum air putih saja.

2. Puasa Ngebleng

Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak hanya tidak boleh makan, minum, namun juga tidak boleh keluar dari rumah/kamar, apalagi melakukan aktifitas seksual. Waktu untuk tidur juga di kurangi. Dan juga tidak boleh ada satu penerangan pun yang berada dalam kamar tersebut.

3. Puasa Pati Geni

Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaannya yang nyata adalah, jika dalam pati geni, kita sama sekali tidak diperbolehkan untuk tidur. Jadi harus senantiasa terjaga.

4. Ngrowod

Puasa yang satu ini hampir sama dengan puasa mutih, perbedaannya, jika puasa ngrowod hanya makan buah-buahan saja.

5. Puasa senin-kemis

Puasa yang ini seperti puasa pada umumnya, hanya saja dilakukan pada hari tertentu saja, yaitu hari senin dan kamis.

6. Puasa weton dan neptu 40

Puasa ini hanya di lakukan pada saat weton (hari kelahiran) saja. Demikian juga dengan puasa neptu 40, puasa ini juga hanya dilakukan pada hari-hari yang ber neptu 40, di antaranya adalah :

  • Jum’at Pahing, Sabtu Pon dan Minggu wage ;
  • Sabtu Kliwon, Minggu legi, dan Senin pahing ;
  • Selasa Kliwon, Rabu legi dan Kamis Pahing ;
  • Rabu pon, Kamis Wage dan Jum’at Kliwon (atau bisa juga ; Kamis wage, Jum’at kliwon dan Sabtu legi)

7. Tapa Ngrame

Puasa yang satu ini, menurut KRMH Toeloes Koesoemaboedaja serta R Rahajoe Dirdjasoebrata adalah puasa yang tersulit dan terbaik. Beliau ber dua selalu menyarankan kepada penulis untuk melakukan hal yang satu ini. Cara berpuasa ini adalah seperti laku ngurang-ngurangi, yaitu kita berpuasa, namun jangan sampai orang lain tahu kalau kita tengah berpuasa. Dalam keseharian kita tetap beraktifitas seperti biasanya. Kita hanya diperbolehkan makan sekedarnya, sokur-sokur hanya dua atau tiga sendok makan saja dalam sekali makan. Hari berikutnya ditingkatkan lagi, kalau hari sebelumnya tetap makan 3x sehari, hari yang berikutnya tersebut makan satu kali sehari, dan begitu seterusnya hingga kita benar-benar tidak makan selama kita tidak nirdaya. Jika kita bertamu di tempat orang/teman dan kita disuguhkan sesuatu, kita tetap memakannya tapi hanya sekedarnya saja. Hanya sekedar buat pantes-pantes saja.

Dalam bahasa Jawa “Weton” berasal dari kata dasar “Wetu” yang bermakna “keluar” atau lahir. Kemudian mendapat akhiran –an yang membentuknya menjadi kata benda. Yang disebut dengan weton adalah gabungan antara hari dan pasaran saat bayi dilahirkan kedunia. Misalnya Senin Pon, Rabu Wage, Jumat Legi atau lainnya. Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon adalah nama-nama pasaran (untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak di artikel Kajian Hari).

Jadi pengertian Puasa Weton adalah puasa yang dilakukan pada hari kelahiran berdasarkan perhitungan kalender Jawa yang berputar selama 35 hari. Artinya diperingati setiap 35 hari sekali. Berbeda dengan acara ulang tahun yang diperingati setahun sekali.

Amalan Puasa Weton merupakan ajaran mulia dari para leluhur, guna menghayati dan menghargai kelahirannya diri kita ke alam dunia ini. Falsafah sederhana puasa weton ini adalah hari lahir merupakan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Jadi pada hari tersebut, kembali kita mengingat kasih Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita. Dengan harapan, agar kita ingat bahwa lahirnya manusia dimuka bumi ini membawa kodrat. Kalau dalam istilah Quran, diturunkannya manusia dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah / pemimpin (Al-Baqarah: 30).

Layaknya sebagai seorang khalifah adalah membawa berkah dan rahmat bagi alam semesta. Bukan untuk merusak apalagi membinasakan alam atau sesama manusia.

Setiap diri yang selalu ingat kepada kodratnya ini maka akan menjadi pribadi-pribadi yang mulia, bijaksana dan penuh kasih sayang kepada sesama dan seluruh alam. Maka kehidupannya akan senantiasa dalam lindungan dan penjagaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Amalan puasa Weton memang tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah. Sebab ini adalah salah satu cara para leluhur Jawa berpuasa. Tidak ada hubungan dengan aliran agama tertentu. Jadi boleh diamalkan oleh semua orang, apapun agama dan keyakinannya. Walaupun demikian sesungguhnya amalan ini tersirat dari perilaku puasa Rasulullah Muhammad SAW. Anda bisa simak hadist tentang puasa Sunah Senin-Kamis. Seperti hadist berikut ini.

Nabi ditanya tentang puasa hari Senin lalu beliau menjawab, “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan hari dimana aku diutuskan sebagai Nabi, atau dimana diturunkannya wahyu pertama padaku”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i, sanadnya shahih).

Dari Hadist tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Islam boleh hukumnya mengkhususkan ibadah pada hari tertentu yang dianggap memiliki arti istimewa (baik). Juga diperbolehkan memperingati hari lahir dengan berpuasa. Atau beribadah sunnat lainnya karena ittiba’ (mengikuti) kepada Nabi SAW saat hari kelahirannya. Dan ini tidak termasuk kategory bid’ah yang dilarang seperti yang sering dituduhkan segelintir golongan umat Islam yang mengaku-aku pengikut sunnah.

Ritual Weton

Dalam kaitannya dengan weton, orang Jawa memiliki tradisi yang disebut “selapanan”, yaitu memperingati weton kelahiran, yang berputar selama 35 hari itu dengan melakukan lelaku prihatin. Misalnya dengan lelaku berpuasa “ngapit”, mutih, melek (tidak tidur) dan menyediakan sesaji sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME.

Yang dimaksud dengan Puasa Ngapit adalah berpuasa 3 hari, yaitu pada hari weton, ditambah 1 hari sebelum dan sehari sesudahnya. Ada pula yang cukup dengan ritual Mutih, yaitu selama beberapa hari hanya makan nasi putih dan air putih tawar saja tanpa puasa, jadi boleh makan-minum kapan saja. Ada juga lelaku puasa 3 hari sebelum hari weton, 5 hari sebelum weton dan berbagai jenis cara puasa lainnya.

Adapula ritual melek (tidak tidur) selama 24 jam yang dimulai dari saat Matahari terbenam saat masuk hari wetonnya. Dan diakhiri ketika matahari terbenam dihari wetonnya. Sambil menghidangkan sesaji berupa variasi 4 warna bubur dan sesaji lainnya yang memiliki arti simbolik yang luhur.

Dan masih ada berbagai macam jenis tatacara ritual lainnya yang berkembang di masyarakat dalam rangka memperingati Weton Kelahiran ini. Walaupun tatacara berbeda-beda tetapi intinya sama yaitu sebagai bentuk lelaku prihatin (riyadhoh). Acara ini sangat jauh berbeda dengan acara ulang tahun jaman sekarang, yang cenderung bernuansa hura-hura bahkan suka cita yang berlebihan dan mengumbar perbuatan asusila.

Adanya perbedaan amalan-amalan lelaku dalam memperingati weton tidak perlu diperdebatkan. Sebab tatacara lelaku dan amalan sangat bergantung dengan kondisi diri dan adat yang berkembang di masyarakat.

Bagi mereka yang tinggal di desa nan asri masih banyak berbagai macam pepohonan hijau dan sungai yang bersih, dalam memperingati weton akan membuat berbagai macam sesaji berupa lauk-pauk hasil dari sawah ladangnya. Seperti nasi golong, daun jati, ikan teri, dan lain sebagainya. Tentu saja mereka tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan semua bahan-bahan sesaji tersebut. Tetapi bagi masyakarat kota, yang tinggal di wilayah yang dikelilingi gedung-gedung beton, jarang ada pepohonan, sungai-sungai yang mengalir pun telah tercemar limbah, tiada lagi ikan yang hidup. Akan kesulitan bila untuk memperingati weton sebagaimana tradisi di pedesaan, setiap 35 hari sekali harus menyediakan berbagai macam sesaji dari alam. Maka biasanya tatacara memperingati weton ini setiap kaum adat masyakarat bisa berbeda-beda.

Begitu pula dengan tata amalan Puasa. Bagi mereka yang kehidupannya sudah dilonggarkan dari urusan duniawi akan lebih ringan dalam menjalankan puasa berhari-hari atau ritual tidak tidur semalam suntuk. Namun bagi mereka yang setiap hari masih harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga, anak-istri, akan sangat susah untuk melakukan puasa berhari-hari semacam itu. Sementara ia harus dituntut produktifitas kerja yang tinggi bila tidak ingin dipecat dan kehilangan pekerjaan atau mata pencahariannya. Maka amalan puasa weton pun bervariasi, disesuaikan dengan kondisi diri sang pengamalnya. Yang penting tidak meninggalkan makna yang sebenarnya dari ritual weton.

Di kalangan masyarakat muslim dan pesantren, puasa weton ini biasanya dilakukan lebih dari 1 hari, ini untuk memberi solusi bagi mereka yang wetonnya jatuh pada hari-hari yang dilarang berpuasa di hari-hari tertentu seperti hari Jumat tanpa disertai puasa hari yang lain (Al Hadist). Dan itu sah-sah saja. Tidak ada sesepuh yang melarangnya. Selama suatu tradisi membawa manfaat baik, memang harus dilestarikan.

Di Sanggar Rasa Sejati, kami telah memberikan tuntunan puasa weton. Bisa anda simak di halaman Amalan Anti Sihir. Bisa diamalkan oleh siapa saja. Untuk saudara yang nonmuslim, lafal doa mantra Keselamatan bisa diganti sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Bagi yang dulu pernah membaca, silahkan disimak kembali karena kami telah update, karena dari penjelasan terdahulu ternyata masih banyak saudara-saudara yang masih bingung. Semoga tatacara yang sekarang bisa lebih dimengerti.

Manfaat Ritual Weton

Dari penghayatan dan pengamalan ritual weton yang luhur ini tentu akan membawa dampak baik bagi para pengamalnya. Antara lain :

  • Sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME dan rasa terimakasih kepada kedua orang tua. Meningkatkan iman kepada Tuhan, dan berbakti kepada orang tua.
  • Sebagai salah satu momen untuk berintropeksi diri, ingat kembali kepada kodrat dan tugas sebagai manusia di muka bumi.
  • Kembali mengenal setiap unsur yang menyertai diri manusia hidup dimuka bumi ini, yaitu para Sedulur Sejati. Ada pula yang mengartikan Sedulur Papat Kalimo Pancer.
  • InsyaAllah, dari pengalaman telah terbukti dapat membawa dampak baik bagi kerejekian para pengamalnya. Akan membuka pintu rejeki yang luas dari segala penjuru mata angin.
  • Diberikan keselamatan dari segala macam bahaya yang nyata maupun magis (sihir).
  • Dan berbagai manfaat positif lainnya sesuai dengan penghayatan yang bisa dicapai oleh para pengamalnya.
  • Semua bisa terjadi bila semata-mata ada rahmat dari Tuhan Yang Maha Welas Asih.

Demikian tentang kajian Puasa weton. Semoga bermanfaat

Salam Mustika Sejati

TENTANG PERGURUAN MUSTIKA SEJATI

30 November 2011

Assalamualikum wr, wb

Selama ini banyak dari para sedulur bertanya kepada saya (ADMIN PMS) tentang perguruan mustika sejati, di mana tempatnya dan bagai mana cara metode pengajarannya, ada yang melalui SMS, Telp, Email,Dll, Dan sekali lagi Saya (ADMIN PMS) terangkan, seperti yang sebelumnya telah saya tegaskan bahwa, maksud dari PERGURUAN MUSTIKA SEJATI adalah Belajar berguru kepada diri sendiri yang menjadi mustika di dalam diri, (Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu) dengan mengharap berkah dan karomah ghoust hadza zaman, syafaat nabi dan rosul, serta ridho dan izin Allah SWT. Dan tempat perguruan tersebut beradanya adalah di diri kita masing masing, dan tentang seluruh amalan, wirid,  doa, Asma maupun hijib di dalam blog ini adalah sarana  ( UNTUK MELESTARIKAN KHASANAH SPIRITUAL YANG HAMPIR PUNAH DAN UNTUK MERANGKAI PERSAUDARAAN ANTAR BANGSA DAN NEGARA ) serta untuk tempat kita sharing, mungkin ada di antara para sedulur ataupun sesepuh yang mengetahui lebih jelas tentang amalan, hijib, Asma ataupun doa di dalam blog ini, di mohon kesediannya untuk lebih membabarkanya.
Karna saya (ADMIN PMS)  sendiri pun masih banyak kekurangan nya di sana sini, dan masih belajar serta masih butuh bimbingan, dan saya berharap agar dari sedulur semua tidak buru buru mengamalkan keilmuan di blog ini, sebelum bertanya kepada para sesepuh atau orang yang pernah mengamalkan keilmuan tersebut, serta orang yang mengetahui lebih jelas tentang hakekat ilmu.

Dan sekali lagi saya tegaskan bahwa perguruan mustika sejati adalah wadah kebersamaan di dunia maya dan  untuk mempererat persaudaraan di antara kita semua, dan bila dari sedulur semua tertarik untuk melakukan pertemuan secara langsung/silatuhrahmi, kira kira dimana tempat yang pas untuk melakukan silhtuhrami tersebut, karna saya sendiri (ADMIN PMS) tidak ada wadah atau tempat untuk itu semua, jadi jika diantara para sedulur semua ada yang berkenan untuk meluangkan waktu dan tempatnya  untuk di jadikan tempat kita bersilahtuhrahmi silahkan hubungi saya di no Telp: (021)99066139. atau melalui komentar di bawah ini, agar sedulur yang lain mengetahui.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan Terima kasih, serta saya mohon Maaf atas segala kekurangannya.

Wassalam (ADMIN PMS) Raden masagus yudhy suryo panggih

ASMA WALISONGO

26 Oktober 2011

Illa hadroti nabiyil musthofa muhamadin saw wa’ala alihi wa’ashobihi wajamiil ambiya’i walmursalin,wal’auliya solikhin wal malaikatil mukorrobin,wakhususon ila hadroti abina adam wa ummina hawa,wakhususon ila hadroti sayidina mauhab wakhususon ila hadroti sultonil auliyail arifina assayyidi syeh abdul qodir jaelani rodhiyallohu anhu,wa ahli baitihi wafuruihi wa syaikhihi wa masyayikhi wakhususon ila hadroti auliya illahil ghoibi,rukoba nukoba nujaba abdal autad ghoushu qutub,wakhususon ila hadroti auliya’i tis’i ulahum sunan rohmatillah ngampel,wakhususon ila hadroti sunan maulana ibrohim asmoro qondhi gresik,wakhususon ila hadroti sunan maulana maqdum ibrohim bonang,wakhususon ila hadroti sunan paku ainil yakin giri,wakhususon ila hadroti sunan drajat sedayu,wakhususon ila hadroti sunan ja’far sodiq kudus,wakhususon ila hadroti sunan sa’id muria,wakhususon ila hadroti sunan abdul qodir gunung jati cirebon,wakhususon ila hadroti sunan kalijogo raden sahid kadilangu demak,qoddasallahu sirrohum wanawwarro dhorihahum wakhususon ila hadroti man ajazani wasyaikhihi wamasyayikhihi wakhususon ila hadroti walidayya wajami’il muslimina wal muslimat wal mu’minina wal mu’minat al ahya iminhum wal amwat.(AL FATEHA 3X).(AL IHLAS 3X),AL FALAH 3X),(AN NAS 3X),(AYAT KURSY 3X),(AL ‘ASRI 3X).

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUN 3X
SALAMU QOULA MIRROBI RROHIIM 3X
ALHAMDULILLAH 33X
ALLOHUAKBAR 33X
INNAMA AMRUHUU IDHAA ARODA SYAIAN AYYAQUU LALAHU KUN FAYAKUN 3X
ROBBISY ROHLII SOD RII WAYASSYIRLII AMRII WAHLUL UQDATAN MILLISAANI YAF QOU QOULII 3X
SYAHADAT 3X
ALLOHUMMA SHOLLI ,ALA SYAIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA ‘ALI SYAIDINA MUHAMMAD 3X
ASTAGHFIRULLOHAL’ADHIIM 3X ALADHII LAA ILAA HA ILAIHI TAUBATAN NASUKHA
LAA ILAA HA ILLALLOH 333X
BACAAN UTAMA:

_ bismilahirohmanirrohim.qulhu allohu ahad,allohus shomat,lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan. 3kali

_bismilahirohmanirrohim laqodja akum rosulum ming angfusikum azizun alaihima anittum kharitsun alaikum bil mukminina roufurrohim faing tawallau faqul hasbiyallohu laila haila huwa alaihi tawakaltu wahuwa arsyil adhim. 7 kali

_ bismilahirohmanirrohim wa anzalnal hadida fihi ba’sun syadidun wamana fi’u linnasi wa liya lamallahu mayansuruhu warosulahu bil ghoib innallaha qowiyyun aziz. 3kali

_ bismilahirohmanirrohim walaqod ataina dawuda minna fadhla ya jibalu awwibi ma’ahu watthoiro wa allana lahul khadid. 3kali

_ bismilahirohmanirrohim bismillahilladi ya yadhurru ma asmihi syaiun fil ardhi walaa fissama’i wahuwas samiul alim. 3 kali

_ bismilahirohmanirohim bismilahil gholiqil akbari wa harriz minna akhofu wahdaru la kutrota lil mahluki ma’al kholiqi (kaaf haa yaa ain shoth) (khaa miim ain shiin qoof) wa’annatil wujuhu lilhayyil qoyyum wa adkhobaman khamala dhulman wa hasbiyallohu wanimal wakil laa haula wala quwwata illa bilahil alliyil adhim (robbi najjini minal qaumiddholimin 3kali) (wa alifun la yamitu syaiun illa bi’idnillah. 3kali

_ bismilahirohmanirrohim asyhadu anla ilaa hailallah wa asyhadu anna muhamadar rosulluloh SAW. 3kali

_ jobo allah jero allah wa khoiruk haqqi gedung allah tutup nabi kancing allah.allah wujud muhamad lagi wujud opo maneh liyo liyone hiyo durung wujud. 1 kali

_ bismilahirohmanirohim anekot ake urip mlebu allah metu allah,anekot ake urip utek dunungno kodrat,haq adam sumingkiro haq allah ono ing kene. 1kali

_ bismilahirohmanirohim ashadu anla illa hailallah wa asyhadu ora ono opo opo sak soro sumingkiro allah mareko SAW,sut gemolong kendang gemolong teguh kikat kikut kakang karut aku ngersoyo karo kowe.sekehe lancip sekehe landhep sekehe pamor kuwi kang darbeni inggih kulo rumeksani,mbok dewi perti ingkang manggen wonten puseri bumi kulo yen lepat sampeyan emotaken.sopo bopo semar togok arane,petheng dedhet tan katingal ya alloh ya rosulalloh kemul alloh

_ bismilahirohmanirohim latutrikuhul absor wahuwa yudrikul absor wahuwa latiful khobir,wa alallahi falyatawakalil mukminuna wafissamai rizqukum wamaa tuu’aduun. 7 kali

cara mengamalkan:

baca amalan di atas minimal sehari satu kali setelah sholat isya

KUNCI KEILMUAN:

“IBADALLAH AGHITSUNI TA’ALA WANGSURU LILLAH”

Di baca tanpa hitungan dalam satu kali penahanan nafas yg disertai niat hajat anda.

WASSALAM

WEJANGAN NABI HIDIR KEPADA KANJENG SUNAN KALIJAGA

4 September 2011

Ketika itu, Kanjeng Sunan Kalijaga yang juga dijuluki Syech Malaka berniat hendak pergi ke Mekkah. Tetapi, niatnya itu akhirnya dihadang Nabi Khidir. Nabi Khidir berpesan hendaknya Kanjeng Sunan Kalijaga mengurungkan niatnya untuk pergi ke Mekkah, sebab ada hal yang lebih penting untuk dilakukan yakni kembali ke pulau Jawa. Kalau tidak, maka penduduk pulau Jawa akan kembali kafir.

Bagaimana wejangan dari Nabi Khidir pada Kanjeng Sunan Kalijaga? Hal itu tercetus lewat Suluk Linglung Sunan Kalijaga. Inilah kutipan wejangannya:

Birahi ananireku,
aranira Allah jati.
Tanana kalih tetiga,
sapa wruha yen wus dadi,
ingsun weruh pesti nora,
ngarani namanireki

Timbullah hasrat kehendak Allah menjadikan terwujudnya dirimu; dengan adanya wujud dirimu menunjukkan akan adanya Allah dengan sesungguhnya; Allah itu tidak mungkin ada dua apalagi tiga. Siapa yang mengetahui asal muasal kejadian dirinya, saya berani memastikan bahwa orang itu tidak akan membanggakan dirinya sendiri.

Sipat jamal ta puniku,
ingkang kinen angarani,
pepakane ana ika,
akon ngarani puniki,
iya Allah angandika,
mring Muhammad kang kekasih.

Ada pun sifat jamal (sifat terpuji/bagus) itu ialah, sifat yang selalu berusaha menyebutkan, bahwa pada dasarnya adanya dirinya, karena ada yang mewujudkan adanya. Demikianlah yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang menjadi Kekasih-Nya

Yen tanana sira iku,
ingsun tanana ngarani,
mung sira ngarani ing wang,
dene tunggal lan sireki iya Ingsun iya sira,
aranira aran mami

Kalau tidak ada dirimu, Allah tidak dikenal/disebut-sebut; Hanya dengan sebab ada kamulah yang menyebutkan keberadaan-Ku; Sehingga kelihatan seolah-olah satu dengan dirimu. Adanya AKU, Allah, menjadikan dirimu. Wujudmu menunjukkan adanya Dzatku

Tauhid hidayat sireku,
tunggal lawan Sang Hyang Widhi,
tunggal sira lawan Allah,
uga donya uga akhir,
ya rumangsana pangeran,
ya Allah ana nireki.

Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan. Menyatu dengan Allah, baik di dunia maupun di akherat. Dan kamu merasa bahwa Allah itu ada dalam dirimu

Ruh idhofi neng sireku,
makrifat ya den arani,
uripe ingaranan Syahdat,
urip tunggil jroning urip sujud rukuk pangasonya,
rukuk pamore Hyang Widhi

Ruh idhofi ada dalam dirimu. Makrifat sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat (kesaksian), hidup tunggal dalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan pilihan.

Sekarat tananamu nyamur,
ja melu yen sira wedi,
lan ja melu-melu Allah,
iku aran sakaratil,
ruh idhofi mati tannana,
urip mati mati urip.

Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal (sekarat) tidak terjadi padamu. Jangan takut menghadapi sakratulmaut, dan jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat. Ruh idhofi tak akan mati; Hidup mati, mati hidup

Liring mati sajroning ngahurip,
iya urip sajtoning pejah,
urip bae selawase,
kang mati nepsu iku,
badan dhohir ingkang nglakoni,
katampan badan kang nyata,
pamore sawujud, pagene ngrasa matiya,
Syekh Malaya (S.Kalijaga) den padhang sira nampani,
Wahyu prapta nugraha.

mati di dalam kehidupan. Atau sama dengan hidup dalam kematian. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sirna, sukma mukhsa. Jelasnya mengalami kematian! Syeh Malaya (S.Kalijaga), terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan hatimu yang lapang. Anugerah berupa wahyu akan datang padamu.

SERAT NITISRUTI

4 September 2011

1.
Kang sinebut ing gesang ambeg linuhung,
kang wus tanpa sama,
iya iku wong kang bangkit,
amenaki manahe sasama-sama.

(Yang disebut memiliki sifat luhur dalam hidup
yang tidak ada tandingannya,
yaitu orang yang bisa membangkitkan,
menyenangkan hati sesama manusia)

2.
Saminipun kawuleng Hyang kang tumuwuh,
kabeh ywa binada,
anancepna welas asih,
mring wong tuwa kang ajompo tanpa daya.

(Sesama makhluk Gusti yang Hidup,
semua jangan dibeda-bedakan,
tanamkan rasa welas asih,
terhadap orangtua yang jompo tanpa daya)

3.
Malihipun rare lola kawlas ayun,
myang pekir kasiyan,
para papa anak yatim,
openana pancinen sakwasanira.

(Disamping itu anak terlantar juga dikasihi,
juga terhadap kaum miskin,
anak yatim yang papa,
peliharalah se-kuasamu)

4.
Mring wong luput den agung apuranipun,
manungsa sapraja,
peten tyase supadya sih,
pan mangkana wosing tapa kang sanyata.

(Terhadap orang yang salah berilah ampunan yang besar,
manusia satu negara,
ambillah hatinya supaya muncul asih tresno,
Hal seperti itu adalah inti bertapa yang senyatanya)

5.
Yen amuwus ywa umres rame kemruwuk,
brabah kabrabeyan,
lir menco ngoceg ngecuwis,
menek lali kalimput kehing wicara,

(Kalau ngomong jangan terlalu banyak bicara,
karena banyak yang terganggu,
seperti burung menco yang ngecuwis,
lupa diri karena banyak bicara)

6.
Nora weruh wosing rasa kang winuwus,
tyase katambetan,
tan uninga ulat liring,
lena weya pamawasing ciptamaya.

(Tidak mengerti apa yang diomongkan,
karena hatinya tertutup,
tidak memahami pasemon,
tidak hati-hati terhadap pola pikirnya)

7.
Dene lamun tan miraos yen amuwus,
luwung umendela,
anging ingkang semu wingit,
myang den dumeh ing pasmon semu dyatmika.

(Kalau tidak bisa merasakan,
lebih baik diam,
terhadap perkara yang tidak diketahui,
dan milikilah perilaku yang tenang)

8.
Yen nengipun alegog-legog lir tugu,
basengut kang ulat,
pasmon semu nginggit-inggit,
yen winulat nyenyengit tan mulat driya.

(Ketika diammu membisu seperti tugu,
dan roman muka mbesengut,
penampilan semu nginggit-inggit,
jika dilihat akan menyakitkan dan tidak bisa menyenangkan hati)

9.
Kang kadyeku saenggon-enggon kadulu,
ngregedi paningal,
nora ngresepake ati,
nora patut winor aneng pasamuwan.

(Yang seperti itu ketika dilihat,
tidak enak untuk dipandang,
tidak meresap dalam hati,
tidak patut untuk berkumpul dalam sebuah pertemuan)

10.
Wong amuwus aneng pasamuwan agung,
yeka den sembada,
sakedale den patitis,
mengetanawarahe Panitisastra.

(orang yang datang pada pertemuan agung,
harus sembodo,
setiap yang diucapkan harus patitis,
ingatlah petunjuk panitisastra)

11.
Kang kalebu musthikaning rat puniku,
sujanma kang bisa,
ngarah-arah wahyaning ngling,
yektinira aneng ngulat kawistara.

(Yang termasuk manusia unggul itu,
adalah manusia yang bisa,
menempatkan diri saat waktunya berbicara,
sejatinya tampak dalam roman mukanya)

12.
Ulat iku nampani rasaning kalbu,
wahyaning wacana,
pareng lan netya kaeksi,
kang waspada wruh pamoring pasang cipta.

(Roman muka itu menunjukkan rasa hati,
waktunya bersamaan dengan sorot mata,
Yang waspada tentu tahu terhadap pamor pasang cipta)

13.
Milanipun sang Widhayaka ing dangu,
kalangkung waskitha,
uninga salwiring wadi,
saking sampun putus ing cipta sasmita.

(Makanya dahulu sang widhayaka,
lebih waskita,
tahu semua rahasia,
karena sudah putus dengan cipta sasmita)

14.
Wit wosipun ngagesang raosing kalbu,
kumedah sinihan,
ing sasamaning dumadi,
nging purwanya sinihan samaning janma.

(Karena hidup itu adalah rasanya hati,
harus mencintai terhadap sesama makhluk hidup,
itu merupakan awal dicintai oleh sesama manusia)

15.
Iku kudu sira asiha rumuhun,
kang mangka lantaran,
kudu bangkit miraketi,
mring sabarang kang kapyarsa katingalan.

(Untuk itu Anda harus tresno asih lebih dulu,
yang menjadi awal,
harus membangkitkan rasa mempererat,
terhadap semua hal yang terdengar dan terlihat)

16.
Iya iku kang mangka pangilonipun,
bangkita ambirat,
ingkang kawuryan ing dhiri,
anirnakna panacad maring sasama.

(Iya itu yang menjadi kaca benggala,
bisa menghilangkan,
yang tampak pada diri,
menghilangkan kecurigaan pada sesama)

17.
Kabeh mau tepakna ing sariramu,
paran bedanira,
kalamun sira mangeksi,
solah bawa kang ngewani lawan sira.

(Semua itu tempatkan pada dirimu,
bagaimana bedanya antara kamu,
dengan solah bawa yang menjengkelkan hatimu)

18.
Nadyan ratu ya tan ana paenipun,
nanging sri narendra,
iku pangiloning bumi,
enggonira ngimpuni sihing manungsa.

(Meskipun ratu juga tidak ada bedanya,
tetapi ratu adalah untuk kaca benggala dunia
sebagai kumpulan cinta terhadap sesama)

19.
Mapan sampun panjenengan sang aprabu,
sinebut narendra,
ratuning kang tata krami,
awit denya amenaki tyasing janma.

(Karena sudah diangkat jadi ratu,
juga disebut pemimpin,
ratunya tata krama,
karena perbuatannya menyenangkan hati manusia lainnya)

20.
Kang kawengku sajagad sru kapiluyu,
kelu angawula,
labet piniluta ing sih,
ing wusana penuh aneng pasewakan.

(Rakyat yang dipikul menjadi senang,
akhirnya senang menjalankan perintah,
karena dari rasa cinta,
sehingga pertemuan di kraton menjadi penuh)

SULUK JEBENG

12 Juli 2011

Dipun anggit dening kanjeng sunan kali

JEBENG 1
Betapapun besar rindu kepada Allah
sesungguhnya mustahil, anakku
menyusunnya dalam sebuah puisi
sekedar ingin menjadi orang mulia
dengan baris baris ini,anakku
ingin kukenali
Allah Maha Besar
Aku melithatNya ,anakku
lihatlah Aku
pasti Akupun melihatmu
JEBENG 2
apabilaingin mengenal Allah
anakku,pandanglah dirimu baik baik
sebagai penggantiNya
namun jangan salah paham
jasmanimu itu mahluk
kalau dipandang mirip sama
namun dalam tauhid harus waspada
hal itu ibarat debu dengantanah,anakku
atau seperti dengung dengan suaranya
JEBENG 3
bagai sebutir telur
yang bergelindingan, anakku
tak ada tepinya
sungguh membingungkan
akhirnya menjadi ayam
lengkap dengan bulunya
kalau diterangkan,anakku
hendaklah engkau berhatihati
sebab hal itu rumit
hendaklah diteliti
sebab hal itu sulit
JEBENG 4
yang membingungkan dari dunia ini menurutku,anakku
ialah dalam memahaminya
rupa Tuhan
bagaimana sebenarnya rupa Tuhan?
dibanding manusia,
ibarat cempedak dengan nangka kelihatannya
seperti kembang kelak dan kembang kenanga
tapi haruslah waspada anakku
jangan menduga duga kalau belum mengerti
JEBENG 5
antara nabi denganmu tiada beda
anakku,tapi kau harus waspada
diantara perbedaan dan persamaannya
ibarat senyum dengan tertawa
harus ditatap secara cermat
sukma dalam dirimu
amat halus terlihat
bukan ruh dengan jasad
anakku,bunga itu rupamu
Tuhan bau harumnya
tapi janganlah menduga duga kalau masih bingung
JEBENG 6
sungguh nyata diri kita,anakku
berasal dari tiada
untuk kembali tak ada
banyak orang berguru
memuliakan ajaran ini
dengan pemahaman yang setengah setengah
demikian juga dalam menerimanya
bingung ada yang keluar dari tak ada
kembali tak ada
kebingungan itu di puja puja
JEBENG 7
nak,jangan hanyut kiranya
ikut ikut mengatakan takada
padahal tak tau yang sebenarnya
hal demikian sudah biasa
bukan begitu kata ilmu sempurna
tak demikian yang dinyatakannya
ilmu itu susah diterangkan
dimatamu tumpang tindihkelihatannya
maka pahami secara seksama,nak
perbaiki sikapmu itu
JEBENG 8
laksanakan shalat sehakikinya
hai anakku,shalat itu 3 tingkatannya
dengan keutamaannya serta
jadi yang dinamakan sembah puji
laksana air mengalir dari gunung
masuk ke dalam samudra
sembah seseorang
jangan berhenti di kolam sawah
itu mandek namanya
tak tercapai tujuannya
JEBENG 9
dalam shalat hendaklah khusyuk tuntas
seperti mengaduk air dalam belanga
anakku,demikianlah
seperti ujung daun adanya
yang muncul dengan sendirinya
dari tiada menjadi ada
laksana tanah dengan air
laksana akar meneteskanair
dirimupun adalah manusia
yang menyongsong ajalnya
JEBEBG 10
puncak ilmu yang sempurna
ibarat api yang berkobar
kenalilah bara dan nyalanya
ketahuilah cahayanya
pun asapnya
sebelum menyala
adapun setelah padam ia
diliputinya segala rahasia
jadi hendak bicara apa?
JEBENG 11
kau jangan mempertuhankan diri
berlindunglah padaNya
didalam ruh jasad sesungguhnya
jangan ada yang dipersoalkan
jangan mengaku Tuhan
jangan mengira tak ada
lebih baik diam saja
ingat,anakku,jangan guncang
dalam kebingungan
JEBENG 12
yangsempurna ibarat orang tidur
dengan wanita sampai bersenggama
keduanya terlena
tenggelam dalam cinta
anakku,terimalah dengan baik
dalam pemahamanmu
ilmu itu memang sukar
kebatinan dengan islam
sekalipun begitu ada lagi
paham itu kadang diikuti
adapun orang yang mengaku memilih
taukah yang di dalam hati?
anakku,ingatlah mati
melanggar larangan nitu salah
jiwa tertenggam di tengah Tuhan
dan selamanya bersama Tuhan
itu ibaratnya
dalang yang memainkan wayang
senantiasa memulai memainkan wayang
lantaran sebenarnya ia belum jadi dalang
JEBENG 14
ada ajaran lebih utama
ada besi di tanam dalam tanah
pikirkan bagaimana tumbuhnya?
anakku,kalau minta dijelaskan
gaib itu ibarat air hanyut
tak diketahui asal usulnya
seperti menanam batu
seperti orang tidur
engkau ditanam oleh Tuhan
kalau tak tumbuh alangkah sayang
JEBENG 15
kalau tumbuh,tumbuhlah kukuh
engkau orang pinggiran
tinggal didusun
namun aku melihatmu
tapi nsiapapun engkau
hendaklah tau yang dituju
karib disisi Tuhan
ibarat hujan ke tanah jua jatuhnya
ibarat ular menetaskan telurnya
JEBENG 16
sukma,manusia,nabi,wali
ingat nak,pengetahuan itu
jangan oleh benda terkesima
kembalilah menyibukkan diri
menghadap Allah Ynag Belas Kasih
sampai akhirnya menemukan hikmah
JEBENG 17
kalau kemari kupeluk erat engkau anakku
sebab Allah besertamu
kemamnapun engkau pergi
Allah mengerti,
hambanya yang sanggup menguasai diri
memegang badan
akhirnya menyatu denganTuhan
tapi bukan satu anakku
JEBENG 18
nak,tataplah dirimu
maka tampak Aku di penglihatan itu
demikian yang benar
jangan pegang akupegang dirimu sendiri
maka lagi kutandaskan
jangan cari Aku
itu melanggar
kalau diri sendiri tak kau genggam
engkau dalam kesesatan
JEBENG 19
diibaratkan lgi yang dalam kesesatan
anakku,yakni seperti orang yang memuja wayang
mana kebenaran?
hadirnya dalang
sebab diundang memainkan wayang
demikian keadaanya
tak ada yang terlihat
Allah lebih mulia
meski diri sendiri yang di pandang
seperti berkaca di paesan
JEBENG 20
bayang bayang di amati secara seksama
anakku,hal itu tiada berbeda
disitu juga aku berada
badan akan jadi mulia
segala gerak jadi puja
tertawa jadi sembah
kalau bicara ditaburi anugerah
semua tingkah laku jadi puji
puji memuji sendiri
JEBENG 21
anakku,taati nasehat ini
Allah yang dibicarakan
yang kufur,yang kafir,semuanya
dilihat olehNya
anakku,seperti merampas uang
itulah perampokan
banyak orang keliru
menandai banyaknya perampokan
yang kaya akhirnya ditipu
oleh yang merampas
JEBENG 22 banyak orang kekal di neraka
anakku,hati hatilah
perhatikan adanya badan ini
badan tempat persemayaman raja
dan tempat menyimpan kekayaan
periksalah olehmu bahwa Aku berada disitu
apa kekurangan raja itu
orang pilihanlah yang tau pengawalnya
ditempat penyimpanan
JEBENG 23 tak kentara ia sampai pada inti
tak meraba raba ilmunya
anakku,meskipun begitu ada perumpamaan
laksana semut yang berjalan
bekas kakinya tak ada yang tahu
ada atau tidaknya
karena teramat halusnya
ibarat orang menumbuk air
sudah halus ditumbuh dikunyah lagi
sampai giginya patah
JEBENG pun yang kelihatan,anakku,coba perhatikan
karya yang sekedar tuk didendangkan
ikut ikut menyusun puisi
tanpa menginsafi kecanggungannya
memaksa diri tuk bercerita
jadi bingung akhirnya
dalam mengerjakannya
jadi mohon maaf segala yang disajikan
mohon maaf sebesar besar permaafan
(dedicated to:prof.damar djati supajar,emha ainun najib,yang telah mendidikmenoreh muda sehingga lebih tau arti hidup)

TANDA TANDA WALI ALLAH

2 Juli 2011

1. Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah swt.

Dari Amru Ibnul Jammuh, katanya:

“Ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Akupun mengingai mereka.”

Dari Said ra, ia berkata:

“Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda: “Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”

2. Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.

Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab, katanya:

10 Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I hal. 6

Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Auliya’ dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilya Jilid I hal 6).

“Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’adz ibnu Jabal ra, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk dan para pelita ilmu.”

3. Mereka bertakwa kepada Allah.

Allah swt berfirman:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”13

Abul Hasan As Sadzili pernah berkata: “Tanda-tanda kewalian seseorang adalah redha dengan qadha, sabar dengan cubaan, bertawakkal dan kembali kepada Allah ketika ditimpa bencana.”

4. Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.

Dari Umar Ibnul Khattab ra berkata:

Hadis riwayat Nasa’i, Al Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah jilid I hal. 6

Surah Yunus: 62 – 64

Hadisriwayat.Al Mafakhiril ‘Aliyah hal 104

“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebahagian hamba Allah ada orang-orang yang tidak tergolong dalam golongan para nabi dan para syahid, tetapi kedua golongan ini ingin mendapatkan kedudukan seperti kedudukan mereka di sisi Allah.” Tanya seorang: “Wahai Rasulullah, siapakah mereka dan apa amal-amal mereka?” Sabda beliau: “Mereka adalah orang-orang yang saling kasih sayang dengan sesamanya, meskipun tidak ada hubungan darah maupun harta di antara mereka. Demi Allah, wajah mereka memancarkan cahaya, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak akan takut dan susah.” Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah yang artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

5. Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa”Rasulullah saw bersabda:

Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I, hal 5

“Ada tiga sifat yang jika dimiliki oleh seorang, maka ia akan menjadi wali Allah, iaitu: pandai mengendalikan perasaannya di saat marah, wara’ dan berbudi luhur kepada orang lain.”
Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, berjalanlah engkau seperti segolongan orang yang tidak takut ketika manusia ketakutan di hari kiamat. Mereka tidak takut siksa api neraka ketika manusia takut. Mereka menempuh perjalanan yang berat sampai mereka menempati tingkatan para nabi. Mereka suka berlapar, berpakaian sederhana dan haus, meskipun mereka mampu. Mereka lakukan semua itu demi untuk mendapatkan redha Allah. Mereka tinggalkan rezeki yang halal kerana akan amanahnya. Mereka bersahabat dengan dunia hanya dengan badan mereka, tetapi mereka tidak tertipu oleh dunia. Ibadah mereka menjadikan para malaikat dan para nabi sangat kagum. Sungguh amat beruntung mereka, alangkah senangnya jika aku dapat bertemu dengan mereka.” Kemudian Rasulullah saw menangis kerana rindu kepada mereka. Dan beliau bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian Dia melihat mereka, maka Allah akan menjauhkan siksaNya. Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau menempuh jalan mereka, sebab siapapun yang menyimpang dari penjalanan mereka, maka ia akan mendapati siksa yang berat.”

6. Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.

Dari Ibnu Umar ra, katanya:

“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang diberi makan dengan rahmatNya dan diberi hidup dalam afiyahNya, jika Allah mematikan mereka, maka mereka akan dimasukkan ke dalam syurgaNya. Segala bencana yang tiba akan lenyap secepatnya di hadapan mereka, seperti lewatnya malam hari di hadapan mereka, dan mereka tidak terkena sedikitpun oleh bencana yang datang.”

Rujukan:-

Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Al Auliya’

Hadis riwayat Abu Hu’aim dalam kitab Al Hilya

Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I hal 6

8. Hati mereka selalu terkait kepada Allah.

Imam Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i: “Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya.. Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka. Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’i kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka.”

9. Mereka senang bermunajat di akhir malam.

Imam Ghazali menyebutkan: “Allah pernah memberi ilham kepada para siddiq: “Sesungguhnya ada hamba-hambaKu yang mencintaiKu dan selalu merindukan Aku dan Akupun demikian. Mereka suka mengingatiKu dan memandangKu dan Akupun demikian. Jika engkau menempuh jalan mereka, maka Aku mencintaimu. Sebaliknya, jika engkau berpaling dari jalan mereka, maka Aku murka kepadamu. ” Tanya seorang siddiq: “Ya Allah, apa tanda-tanda mereka?” Firman Allah: “Di siang hari mereka selalu menaungi diri mereka, seperti seorang pengembala yang menaungi kambingnya dengan penuh kasih sayang, mereka merindukan terbenamnya matahari, seperti burung merindukan sarangnya. Jika malam hari telah tiba tempat tidur telah diisi oleh orang-orang yang tidur dan setiap kekasih telah bercinta dengan kekasihnya, maka mereka berdiri tegak dalam solatnya. Mereka merendahkan dahi-dahi mereka ketika bersujud, mereka bermunajat, menjerit, menangis, mengadu dan memohon kepadaKu. Mereka berdiri, duduk, ruku’, sujud untukKu. Mereka rindu dengan kasih sayangKu. Mereka Aku beri tiga kurniaan: Pertama, mereka Aku beri cahayaKu di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaranKu kepada manusia. Kedua, andaikata langit dan bumi dan seluruh isinya ditimbang dengan mereka, maka mereka lebih unggul dari keduanya. Ketiga, Aku hadapkan wajahKu kepada mereka. Kiranya engkau akan tahu, apa yang akan Aku berikan kepada mereka?”

Rujukan:-

Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal.. 80

Ihya’ Ulumuddin jilid IV hal 324 dan Jilid I hal 358

10. Mereka suka menangis dan mengingat Allah.

‘Iyadz ibnu Ghanam menuturkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Malaikat memberitahu kepadaku: “Sebaik-baik umatku berada di tingkatan-tingkatan tinggi. Mereka suka tertawa secara terang, jika mendapat nikmat dan rahmat dari Allah, tetapi mereka suka menangis secara rahsia, kerana mereka takut mendapat siksa dari Allah. Mereka suka mengingat Tuhannya di waktu pagi dan petang di rumah-rumah Tuhannya. Mereka suka berdoa dengan penuh harapan dan ketakutan. Mereka suka memohon dengan tangan mereka ke atas dan ke bawah. Hati mereka selalu merindukan Allah. Mereka suka memberi perhatian kepada manusia, meskipun mereka tidak dipedulikan orang. Mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati, tidak congkak, tidak bersikap bodoh dan selalu berjalan dengan tenang. Mereka suka berpakaian sederhana. Mereka suka mengikuti nasihat dan petunjuk Al Qur’an. Mereka suka membaca Al Qur’an dan suka berkorban. Allah suka memandangi mereka dengan kasih sayangNya. Mereka suka membahagikan nikmat Allah kepada sesama mereka dan suka memikirkan negeri-negeri yang lain. Jasad mereka di bumi, tapi pandangan mereka ke atas. Kaki mereka di tanah, tetapi hati mereka di langit. Jiwa mereka di bumi, tetapi hati mereka di Arsy. Roh mereka di dunia, tetapi akal mereka di akhirat. Mereka hanya memikirkan kesenangan akhirat. Dunia dinilai sebagai kubur bagi mereka. Kubur mereka di dunia, tetapi kedudukan mereka di sisi Allah sangat tinggi. Kemudian beliau menyebutkan firman Allah yang artinya: “Kedudukan yang setinggi itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu.”

11. Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.

Dari Anas ibnu Malik ra berkata: “Rasul saw bersabda: “Berapa banyak manusia lemah dan dekil yang selalu dihina orang, tetapi jika ia berkeinginan, maka Allah memenuhinya, dan Al Barra’ ibnu Malik, salah seorang di antara mereka.”

Ketika Barra’ memerangi kaum musyrikin, para sahabat: berkata: “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Andaikata Barra’ berdoa, pasti akan terkabul. Oleh kerana itu, berdoalah untuk kami.” Maka Barra’ berdoa, sehingga kami diberi kemenangan.

Di medan peperangan Sus, Barra’ berdo’a: “Ya Allah, aku mohon, berilah kemenangan kaum Muslimin dan temukanlah aku dengan NabiMu.” Maka kaum Muslimin diberi kemenangan dan Barra’ gugur sebagai syahid.

Rujukan:-

Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I, hal 16

12. Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.

Abdullah ibnu Mas’ud pernah menuturkan:

“Pada suatu waktu ia pernah membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan”, pada telinga seorang yang pengsan. Maka dengan izin Allah, orang itu segera sedar, sehingga Rasuulllah saw bertanya kepadanya: “Apa yang engkau baca di telinga orang itu?” Kata Abdullah: “Aku tadi membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan” sampai akhir surah.” Maka Rasul saw bersabda: “Andaikata seseorang yakin kemujarabannya dan ia membacakannya kepada suatu gunung, pasti gunung itu akan hancur.”

- Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Al Hilya jilid I hal 7


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: